Perluasan Kerja Sama Budaya antara Iran-Pakistan di Hari Iqbal Lahore
-
Gubernur Khorasan Razavi, Gholam Hossein Mozaffari
Pars Today - Dalam upacara peringatan penyair berbahasa Persia, Iqbal Lahore Gubernur Khorasan Razavi menekankan perluasan kerja sama budaya, ekonomi, dan ilmiah dengan Pakistan.
Dalam acara peringatan Hari Iqbal Lahore yang diselenggarakan pada hari Minggu (09/11/2025) di kota timur laut Iran, Mashad, Gubernur Khorasan Razavi, Gholam Hossein Mozaffari menekankan pengembangan kerja sama budaya, ekonomi, ziarah, dan akademik dengan negara ini, merujuk pada kesamaan sejarah, budaya, dan spiritual antara Iran dan Pakistan.
Menurut laporan Pars Today mengutip Shabestan, Mozaffari menyatakan, "Ikatan antara Iran dan Pakistan berakar pada iman, budaya, dan warisan sastra bersama. Di bawah naungan Al-Qur'an, mistisisme, dan sastra, sebuah peradaban bersama telah terbentuk di antara kedua bangsa, dengan nama-nama seperti Iqbal Lahore, Ferdowsi, dan Attar Neyshaburi bersinar di cakrawala budayanya."
Mozaffari menambahkan, "Budaya, bahasa, dan sastra kita adalah penghubung jiwa kedua bangsa. Saat ini, Iran dan Pakistan dapat semakin memperkuat fondasi kerja sama mereka di bidang ekonomi dan sosial dengan mengandalkan modal besar ini."
Ia juga menyebut Iqbal sebagai "penyair non-Iran yang paling Iran" dan berkata, "Dalam perjalanan kerja sama bersama, kita harus menjadikan warisan para penyair besar ini sebagai mercusuar untuk masa depan."
Melanjutkan acara tersebut, Faryal Leghari, Duta Besar Pakistan untuk Turkmenistan menekankan peran pemikiran Iqbal dalam kebangkitan bangsa Islam, dan mengatakan, "Iqbal, dengan filosofi pengetahuan dirinya, mengajak umat Islam untuk memiliki pengetahuan diri dan harga diri. Ajarannya masih relevan bagi dunia Islam saat ini."
Ia menambahkan, "Kota Mashad memiliki kedudukan tinggi di bidang sains dan pengetahuan. Sebuah kota di mana penyair besar Iran, Ferdowsi, dimakamkan di sebelahnya."
Leghari mencatat, "Iqbal menghidupkan kembali nilai-nilai keberanian, kebebasan, dan keimanan di kalangan umat Islam melalui puisi-puisinya. Dengan cinta dan kepercayaannya kepada Muhammad Ali Jinnah, Pemimpin Besar Pakistan, ia menginspirasi sebuah gerakan yang akhirnya mengarah pada pembentukan negara merdeka Pakistan pada tahun 1947.(sl)