Baghaei: Program Rudal Iran tidak dapat Dinegosiasikan
-
Jubir Kemlu Iran, Esmail Baghaei
Pars Today – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran seraya menepis segala bentuk perundingan terkait program rudal negara ini, menegaskan: Program rudal Iran dikembangkan untuk mempertahankan kedaulatan negara kita, bukan untuk dijadikan bahan negosiasi.
Jubir Kemlu Iran, Esmail Baghaei Senin (22/12/2025) saat jumpa pers mengatakan: Kemampuan pertahanan Iran, yang dirancang untuk mencegah para agresor dari segala bentuk niat menyerang Iran, bukanlah hal yang dapat dijadikan bahan negosiasi.
Menurut laporan Pars Today, Baghaei menyinggung pemberitaan media Israel dan Amerika mengenai kemungkinan pengulangan agresi militer rezim Zionis terhadap Iran dengan dalih program rudal, dan menegaskan: Kemampuan pertahanan Republik Islam Iran bertujuan untuk mencegah agresor dari segala bentuk niat menyerang, dan sama sekali bukan sesuatu yang dapat dijadikan bahan pembicaraan atau tawar-menawar.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, terkait upaya kaum Zionis untuk meyakinkan pihak Amerika agar kembali melakukan agresi militer terhadap Iran, menekankan: "Kita menghadapi kemunafikan; di satu sisi program rudal Iran digambarkan sebagai ancaman, sementara di sisi lain arus senjata pemusnah massal mengalir ke rezim Zionis yang sedang melakukan genosida dan dalam dua tahun terakhir telah menyerang tujuh negara. Ini adalah kontradiksi yang harus dijawab oleh Amerika dan para pendukung rezim tersebut."
Baghaei, dengan menyinggung perang hibrida dan media terhadap Iran, menyatakan keyakinannya bahwa angkatan bersenjata Iran sepenuhnya mengetahui bagaimana membela bangsa Iran kapan pun diperlukan, dan tanpa terpengaruh oleh propaganda semacam itu tetap melaksanakan tugasnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran melanjutkan: Faktanya adalah bahwa kawasan Asia Barat masih bergulat dengan satu masalah yang terus-menerus, yaitu berlanjutnya kejahatan rezim Zionis. Berbagai perkembangan di Gaza tidak boleh membuat kita lalai terhadap kejahatan yang sedang terjadi di Tepi Barat. Penangkapan sewenang-wenang yang berlanjut, penyiksaan dan pembunuhan warga Palestina, serta perlakuan yang sangat tidak manusiawi, semuanya merupakan contoh nyata kejahatan terhadap kemanusiaan.
Terkait muqawama, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan: Muqawama adalah sesuatu yang berakar dalam dan merupakan fenomena alami, dan selama penjajahan, penindasan, serta rasisme masih berlangsung, maka secara alami perlawanan akan terus hidup dan berkembang. Ia menambahkan: Muqawama hadir di tengah masyarakat dan dalam hati rakyat kawasan ini, dan alasannya sepenuhnya jelas; karena kita menghadapi suatu kondisi yang tidak wajar di kawasan kita, yaitu keberadaan sebuah entitas penjajah dan rasis. (MF)