Ekonomi Digital
Iran Kembangkan infrastruktur Kecerdasan Buatan
Wakil Menteri Kebijakan dan Perencanaan Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi Republik Islam Iran, Ehsan Chitsaz, dalam pameran pertama kecerdasan buatan Iran menekankan peran strategis AI dalam masa depan ekonomi digital negara itu.
Ia menyatakan bahwa kerangka kerja operator AI telah disetujui oleh kabinet, dan Kementerian Komunikasi pada pemerintahan ke‑14 secara serius menjadikan pengembangan infrastruktur AI sebagai poros peningkatan kontribusi ekonomi digital terhadap produk domestik bruto. Chitsaz menambahkan: untuk meningkatkan kontribusi ekonomi digital dari sekitar 4 persen menjadi 10 persen, Iran membutuhkan investasi minimum sebesar 10 miliar dolar.
Konvergensi Prancis dan Jerman untuk keluar dari bayang‑bayang raksasa teknologi AmerikaDalam pertemuan bersama di Berlin, Prancis dan Jerman menegaskan perlunya mengurangi ketergantungan pada teknologi Amerika dan Tiongkok.
Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan bahwa Eropa harus berbicara dengan satu suara demi kedaulatan digital. Ia menyoroti gangguan layanan penyedia komputasi awan Amerika dan kekurangan chip sebagai bukti ketergantungan berbahaya. Presiden Prancis Emmanuel Macron menambahkan dengan tegas: “Eropa tidak ingin menjadi pelanggan solusi besar dari Amerika maupun Tiongkok.”
Rusia memulai pembayaran gaji pemerintah dengan rubel digitalRusia mengambil langkah baru dalam digitalisasi sistem keuangannya dengan memulai penggunaan rubel digital—mata uang digital bank sentral (CBDC)—untuk pembayaran pemerintah. Moskow bersiap meluncurkan penggunaan rubel digital secara nasional dalam beberapa bulan mendatang.
Ancaman konten AI berkualitas rendah terhadap ekonomi globalHarian The Guardian Inggris memperingatkan bahwa produksi massal konten berkualitas rendah dengan AI, yang disebut slop, dapat mengancam ekonomi global.
Kamus Webster bahkan memilih slop sebagai kata tahun 2025, mendefinisikannya sebagai konten digital berkualitas rendah yang biasanya diproduksi massal dengan AI. Laporan tersebut menekankan bahwa meskipun perusahaan berharap mengurangi biaya tenaga kerja dengan AI, dampak negatifnya semakin nyata dan bisa memicu peninjauan besar terhadap industri ini pada tahun 2026.(PH)