Keberhasilan Diplomasi Iran di Manama, Bahrain
-
Pertemuan Parlemen Asia (APA) ke-16 di Manama, Bahrain.
Pars Today - Delegasi Parlemen Republik Islam Iran berhasil memasukkan tiga usulan strategisnya dalam pernyataan akhir pada pertemuan Majelis Parlemen Asia. Pada saat yang sama, posisi Tehran disambut luas oleh parlemen negara-negara anggota.
Pada sesi ke-16 Majelis Parlemen Asia (APA) di Manama, Bahrain, delegasi parlemen Republik Islam Iran berhasil mengkonsolidasikan tiga usulan strategisnya dalam pernyataan akhir pertemuan. Sebuah pencapaian yang disertai dengan sambutan luas terhadap posisi Tehran oleh parlemen negara-negara anggota.
Kedua peristiwa ini, menyajikan gambaran yang jelas tentang peran aktif dan berpengaruh Iran dalam proses parlemen Asia.
Persetujuan Tiga Usulan Strategis Iran di Majelis Parlemen Asia (APA)
Mohsen Zanganeh, Kepala Delegasi Parlemen Iran di APA mengumumkan bahwa ketiga usulan yang diajukan oleh Republik Islam Iran telah dimasukkan dalam teks akhir pernyataan tersebut. Menurutnya, usulan-usulan ini mencakup penekanan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara, penguatan lembaga-lembaga internasional, dan penentangan terhadap campur tangan asing dalam urusan negara-negara Asia.
Selain itu, Iran menekankan penguatan multilateralisme dan penentangan terhadap unilateralisme, serta menolak segala ancaman atau penggunaan kekerasan dalam hubungan internasional.
Zanganeh menjelaskan bahwa Republik Islam Iran tidak dapat menyebutkan negara tertentu karena pertimbangan hukum, tetapi ketiga klausul ini dianggap sebagai salah satu poros terpenting yang ditambahkan ke dalam pernyataan akhir.
Ia juga menyinggung masalah Palestina dan mengatakan bahwa Iran menentang klausul yang berkaitan dengan strategi dua negara dan telah menyampaikan protes resminya dalam bentuk keberatan.
Dalam hal ini, Hamid Reza Haji Babaei, Wakil Ketua Parlemen Iran mengumumkan penerimaan luas atas posisi Iran oleh parlemen di seluruh dunia dan menekankan bahwa hak-hak rakyat Iran telah ditegakkan dalam pernyataan akhir.
Merujuk pada pertemuan bilateral delegasi Iran dengan sebagian besar negara yang hadir di pertemuan itu, ia mengatakan, "Pembicaraan ini memberikan dasar untuk menjelaskan posisi Republik Islam, dan pidato utama Iran di hadapan majelis disambut dengan tanggapan positif dari perwakilan negara-negara tersebut.
Menurut Haji Babaei, delegasi Iran mampu membuat disetujuinya tujuan Republik Islam dalam komite dan dalam teks akhir pernyataan serta membela hak-hak internasional bangsa-bangsa merdeka, khususnya bangsa Iran.
Ketua Komite Ekonomi APA diberikan kepada Republik Islam Iran
Selain itu, Haji Babaei mengumumkan pencapaian penting lainnya, "Ketua Komite Ekonomi APA diberikan kepada Republik Islam Iran, dan dengan suara bulat dari para anggota, diputuskan untuk mengadakan Sidang Umum tahun depan di Tehran. Sebuah acara yang, dengan kehadiran 44 negara Asia, akan memiliki signifikansi politik, ekonomi, dan budaya yang luas.
Haji Babaei menggambarkan suasana yang berlaku di pembicaraan tersebut sebagai positif, dan mengatakan bahwa perwakilan dari berbagai negara menganggap Republik Islam Iran sebagai negara yang sah dan kuat serta mengutuk Amerika Serikat dan rezim Zionis.
Ia menambahkan bahwa kantor-kantor berita dunia juga melaporkan isu-isu yang diangkat oleh delegasi Iran, dan posisi Iran di pertemuan tersebut terlihat jelas.(sl)