Pakar Afghanistan: Pangkalan AS dalam Jangkauan Tehran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185508-pakar_afghanistan_pangkalan_as_dalam_jangkauan_tehran
Seorang pakar militer Afghanistan menegaskan bahwa Iran telah berulang kali memperingatkan akan menutup Selat Hormuz jika terjadi agresi, dan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan berpotensi menjadi target respons Iran.
(last modified 2026-02-16T07:29:15+00:00 )
Feb 16, 2026 13:48 Asia/Jakarta
  • Pakar Afghanistan: Pangkalan AS dalam Jangkauan Tehran

Seorang pakar militer Afghanistan menegaskan bahwa Iran telah berulang kali memperingatkan akan menutup Selat Hormuz jika terjadi agresi, dan bahwa pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan berpotensi menjadi target respons Iran.

Dalam wawancaranya dengan media, pakar masalah militer Kamran Aman menyoroti kompleksitas regional dan memperingatkan bahwa setiap konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran dapat menimbulkan konsekuensi ekonomi dan keamanan yang luas bagi seluruh dunia. Ia menekankan bahwa biaya perang semacam itu tidak hanya ditanggung oleh kedua negara, tetapi juga negara-negara tetangga dan pasar energi global, yang dampaknya melampaui perkiraan biasa.

Mengenai spekulasi tentang kemungkinan serangan AS ke Iran, Aman menyatakan, "Iran selalu memperingatkan bahwa jika terjadi agresi, mereka akan menutup Selat Hormuz. Selat ini memainkan peran kunci dalam transfer energi ke Amerika dan Eropa, dan penutupannya akan melumpuhkan ekonomi global."

Ia juga menegaskan bahwa peringatan Tehran tidak terbatas pada wilayahnya sendiri; setiap pangkalan AS di kawasan dapat menjadi sasaran respons Iran. Akibatnya, biaya perang jauh melampaui imajinasi umum. Pakar militer asal Afghanistan ini juga menyoroti kemampuan rudal Iran, seraya menambahkan bahwa selain pangkalan-pangkalan AS, rezim Israel juga akan paling menderita jika terjadi konflik.

 

Mohsen Rezaei: Trump Tahu Bahwa Peluru Ada di Laras dan Tangan di Pelatuk

Dalam sebuah upacara peringatan yang digelar di Museum Taman Pertahanan Suci Tehran, Sekretaris Dewan Koordinasi Ekonomi Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyampaikan pernyataan tegas. Ia mengatakan bahwa musuh akan terus melakukan konspirasi karena mereka telah mengalami kekalahan memalukan dalam perang 12 hari dan juga dalam upaya terbaru mereka. Rezaei menegaskan, "Trump harus tahu bahwa peluru ada di laras dan tangan di pelatuk, dan kami sepenuhnya siap."

 

Pujian Asisten Putin atas Kemajuan Teknologi Iran

Asisten Presiden Rusia untuk Urusan Sains dan Teknologi, Andrey Fursenko, dalam wawancaranya dengan IRNA menyatakan bahwa pencapaian Iran di bidang teknologi berada pada tingkat kompetitif di pasar internasional. Ia mengungkapkan bahwa Tehran dan Moskow tengah berupaya menciptakan pasar bersama bagi produk-produk mereka di negara-negara ketiga. Fursenko, merujuk pada pengalaman Iran menghadapi sanksi selama lebih dari empat dekade, mengatakan, "Saya yakin, baik ada sanksi maupun tidak, produk-produk teknologi Iran secara umum berada pada level yang baik dan sepenuhnya kompetitif."

 

Wakil Komandan Eksekutif Angkatan Darat Iran: Kami Ikuti Jalur Pengembangan dengan Serius Sesuai Ancaman

Wakil Komandan Eksekutif Angkatan Darat Republik Islam Iran, Mayor Jenderal Alireza Sheikh, dalam pernyataannya menegaskan bahwa angkatan bersenjata di dunia saat ini, mengingat ancaman dan tuntutan teknologi, mau tidak mau harus terus memperbarui diri setiap saat sesuai dengan ancaman yang ada.

Ia menekankan bahwa Angkatan Darat Iran tidak terkecuali dari aturan ini. "Sesuai dengan respons terhadap ancaman dan dalam kerangka teknologi yang dituntut oleh perkembangan zaman, kami mengikuti jalur pengembangan dengan serius, dan proses ini berlanjut secara berkelanjutan," ujarnya.

Jenderal Sheikh menambahkan bahwa dengan memanfaatkan pelajaran yang dipetik dari perang 12 hari dan perang-perang regional, serta dengan menyelaraskan kemampuan tempur dengan kondisi terkini, Iran kini berada pada posisi yang memiliki kapabilitas dan kepercayaan diri pertahanan yang andal. Ia menegaskan bahwa penetapan tujuan mereka adalah menciptakan dan memperkuat pencegahan yang efektif, yang lahir dari pengetahuan para pakar dalam negeri.

 

Trump Mencari Kesepakatan yang Bersifat Pameran

Kepala Pusat Perdagangan Dunia Iran, Mohammad Reza Sabz Alipour, dalam wawancaranya dengan harian reformis Arman-e Melli, menyatakan bahwa Trump memandang negosiasi sebagai kesempatan untuk memamerkan keberhasilan kebijakan tekanan maksimumnya di kancah domestik dan internasional, serta berupaya menampilkannya sebagai hasil dari unjuk kekuatan politik. Sebaliknya, Iran juga mengejar negosiasi bukan dari posisi lemah, melainkan sebagai cara untuk mengelola krisis, mengurangi tekanan ekonomi, dan mencegah eskalasi ketidakstabilan regional.

Secara keseluruhan, kembalinya ke meja perundingan lebih merupakan hasil dari perhitungan biaya-manfaat dan preferensi diplomasi daripada konfrontasi langsung, ketimbang karena kepercayaan timbal balik; sebuah keputusan yang menunjukkan bahwa kedua pihak masih menganggap negosiasi lebih murah dibandingkan krisis.(PH)