Iran dan Tanzania Perluas Kerja sama Karantina dan Pertanian
https://parstoday.ir/id/news/iran-i185516-iran_dan_tanzania_perluas_kerja_sama_karantina_dan_pertanian
Kepala Organisasi Perlindungan Tanaman Iran menekankan pengembangan kerja sama teknis dan fasilitasi perdagangan pertanian antara kedua negara.
(last modified 2026-02-16T08:00:07+00:00 )
Feb 16, 2026 14:42 Asia/Jakarta
  • Iran dan Tanzania Perluas Kerja sama Karantina dan Pertanian

Kepala Organisasi Perlindungan Tanaman Iran menekankan pengembangan kerja sama teknis dan fasilitasi perdagangan pertanian antara kedua negara.

Maryam Jalili Moqaddam, Kepala Organisasi Perlindungan Tanaman Iran dalam pertemuan dengan seorang akademisi dan pelaku ekonomi Tanzania, mengumumkan rencana untuk memperluas kerja sama pertanian dan karantina antara Iran dan Tanzania. Ia menekankan penguatan interaksi bilateral dalam hal pemberantasan hama, transfer pengetahuan teknis, dan fasilitasi perdagangan produk pertanian.

"Republik Islam Iran tertarik untuk mengembangkan hubungan dagangnya, terutama di sektor pertanian, dengan negara-negara sahabat termasuk Tanzania," ujar Jalili Moqaddam.

Menyinggung adanya hama bersama seperti belalang gurun, ia menambahkan, "Mengingat keanggotaan Iran dan Tanzania dalam Konvensi Internasional Perlindungan Tanaman (IPPC), dengan menandatangani nota kesepahaman karantina, kita dapat melaksanakan kursus pelatihan bersama di bidang pemantauan, prakiraan, dan pemberantasan hama ini."

Kepala Organisasi Perlindungan Tanaman Iran menyebut transfer pengetahuan teknis di bidang sistem pemantauan dan teknologi deteksi hama modern sebagai salah satu poros penting kerja sama. "Mengadakan kursus pelatihan bersama di bidang karantina tumbuhan dapat memainkan peran efektif dalam meningkatkan kapasitas keahlian kedua belah pihak," tegasnya.

Ia juga menyebut fasilitasi perdagangan pertanian sebagai tujuan lain dari kerja sama ini, dan mengatakan bahwa penerimaan timbal balik atas sertifikat karantina dapat "secara signifikan mengurangi waktu bea keluar masuk barang dan biaya perdagangan." Pengembangan ekspor dan impor pestisida serta perluasan pertanian di luar wilayah (offshore farming) Iran di Tanzania juga menjadi poin-poin lain yang ditekankan dalam pertemuan tersebut.(PH)