Ketua Kamar Dagang Iran Serukan Pembentukan Pusat Keuangan Islam Independen
Ketua Kamar Dagang Iran menekankan perlunya pembentukan pusat pertukaran keuangan independen di antara negara-negara Islam untuk memperkuat perdagangan dan menghadapi gempuran ekonomi Barat.
Samad Hassanzadeh, Ketua Kamar Dagang, Industri, Pertambangan, dan Pertanian Iran, pada hari Rabu dalam pertemuan dengan Sheikh Saleh Kamel, Ketua Kamar Islam dan Presiden Federasi Kamar Dagang Arab Saudi, mengajukan proposal pembentukan pusat pertukaran keuangan independen antar negara-negara Islam.
Pertemuan ini diselenggarakan di Tehran dengan tujuan mengkaji cara-cara pengembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan antara Iran dan negara-negara Islam. Hassanzadeh, merujuk pada tingginya kapasitas dunia Islam, menyatakan pembentukan pusat ini sebagai langkah fundamental untuk mengembangkan jalur perdagangan independen dan mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan Barat.
Pentingnya Konvergensi Ekonomi Dunia Islam
Ketua Kamar Dagang Iran, dengan menekankan kapabilitas negara-negara Islam, mengusulkan agar Sheikh Saleh Kamel, dengan memanfaatkan posisinya sebagai pimpinan Federasi Kamar Arab Saudi dan Kamar Islam, menyediakan landasan koordinasi di antara seluruh negara Islam untuk tindakan bersama dalam menghadapi gempuran ekonomi. "Kohesi antar negara ini mencegah mereka dari keterasingan dalam menghadapi gempuran yang kita saksikan dari negara-negara lain terhadap dunia Islam." Diplomasi ekonomi aktif ini mencerminkan pendekatan Republik Islam Iran untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan dan menciptakan mekanisme keuangan alternatif dalam menghadapi sistem hegemoni.
Tantangan Perdagangan Tidak Langsung dengan Arab Saudi
Hassanzadeh, di bagian lain pernyataannya, merujuk pada masalah perdagangan tidak langsung antara Iran dan Arab Saudi dan menyerukan pembentukan hubungan perdagangan langsung antara kedua negara.
Dengan mengingatkan posisi strategis Pelabuhan Dammam di Arab Saudi sebagai jalur terdekat untuk perdagangan, ia mengajukan proposal pengiriman produk-produk Iran ke pelabuhan tersebut. Permintaan ini muncul di tengah volume transaksi perdagangan kedua negara yang, meskipun hubungan diplomatik telah dipulihkan, masih berada pada tingkat di bawah kapasitas yang ada, dan sebagian besar dilakukan melalui perantara di Uni Emirat Arab.
Proposal Penyelenggaraan Pameran Khusus Iran
Ketua Kamar Dagang Iran juga, merujuk pada tingginya kapabilitas Iran di bidang industri makanan yang diekspor ke berbagai negara berdasarkan standar global, mengajukan proposal penyelenggaraan pameran khusus untuk memperkenalkan kapasitas perdagangan Iran di Arab Saudi.
Seraya mengundang Presiden Federasi Kamar Arab Saudi untuk mengunjungi Iran dan mengenal kapasitas yang ada, ia menyerukan pengiriman delegasi dagang timbal balik antara kedua negara. Inisiatif ini dapat menjadi landasan bagi lompatan dalam hubungan ekonomi dan realisasi cita-cita pembentukan pasar bersama Islam.
Sambutan Pihak Saudi atas Proposal-Proposal
Dalam kelanjutan pertemuan ini, Sheikh Saleh Kamel, seraya menyambut baik proposal-proposal Ketua Kamar Dagang Iran, menggambarkan pembentukan hubungan dagang langsung antara Iran dan Arab Saudi sebagai isu penting dan berjanji untuk menindaklanjutinya dengan para pejabat tinggi Arab Saudi.
Ia menyambut baik proposal pengiriman dan penerimaan delegasi dagang serta penyelenggaraan pameran khusus Iran di Arab Saudi, dan menilai hal itu sebagai peluang berharga untuk negosiasi bilateral antara para pelaku ekonomi kedua negara. Respons positif ini menunjukkan tekad kedua belah pihak untuk mengatasi hambatan yang ada dan mengembangkan kerja sama ekonomi demi kepentingan umat Islam.(PH)