Hubungan Pertahanan Iran dan Armenia; Tolak Perubahan Geopolitik Kawasan
Menteri Pertahanan Iran menekankan penolakan Tehran terhadap setiap perubahan geopolitik kawasan dan campur tangan aktor-aktor di luar kawasan.
Marsekal Muda Angkatan Udara Aziz Nasirzadeh, Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, pada hari Rabu dalam pertemuannya dengan Suren Papikyan, Menteri Pertahanan Armenia, di Tehran, mengapresiasi sikap Yerevan yang mengutuk agresi Amerika Serikat dan rezim Zionis terhadap Republik Islam Iran, dan menggambarkan hubungan pertahanan kedua negara sebagai "mendalam dan kokoh".
Ia mengatakan, "Republik Islam Iran menentang setiap gangguan terhadap geopolitik kawasan, dan keamanan harus dijamin melalui kerja sama negara-negara kawasan."
Marsekal Muda Nasirzadeh, dengan memperingatkan konsekuensi campur tangan aktor-aktor di luar kawasan, menambahkan, "Beberapa intervensi disertai dengan niat buruk dan dapat menantang stabilitas kawasan."
Menteri Pertahanan Iran menegaskan, "Republik Islam Iran tidak menginginkan perang, tetapi jika perang dipaksakan kepada Iran, ia akan membela diri dengan kekuatan dan akan memberikan pelajaran kepada musuh yang tidak akan mereka lupakan."
Penegasan Yerevan tentang Peran Stabil Iran dalam Keamanan Kawasan
Menteri Pertahanan Armenia juga, merujuk pada sejarah panjang hubungan dan ketetanggaan kedua negara, memandang pengembangan hubungan pertahanan Iran dan Armenia sebagai hal yang penting dan mengapresiasi dukungan Tehran terhadap stabilitas perbatasan bersama. Suren Papikyan menegaskan, "Armenia tidak akan pernah menjadi sumber bahaya bagi tetangga historisnya, dan meyakini bahwa stabilitas Iran menjamin stabilitas kawasan."
Keberlanjutan hubungan pertahanan Iran dan Armenia, dalam kerangka kebijakan prinsip Tehran yang menjaga keseimbangan geopolitik dan menghadapi rencana-rencana destabilisasi asing, dapat membantu memperkuat keamanan berkelanjutan di Kaukasus Selatan.