Komandan Khatam Al‑Anbiya: Tekad Membalas Musuh Lebih Kuat
https://parstoday.ir/id/news/iran-i186524-komandan_khatam_al_anbiya_tekad_membalas_musuh_lebih_kuat
Pars Today - Komandan Markas Besar Khatam al‑Anbiya Republik Islam Iran mengatakan, “Tekad Rahbar, rakyat kami, dan angkatan bersenjata dalam membalas dendam terhadap musuh penjahat kini lebih kuat daripada sebelumnya.
(last modified 2026-04-05T23:44:38+00:00 )
Mar 10, 2026 10:09 Asia/Jakarta
  • Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran
    Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran

Pars Today - Komandan Markas Besar Khatam al‑Anbiya Republik Islam Iran mengatakan, “Tekad Rahbar, rakyat kami, dan angkatan bersenjata dalam membalas dendam terhadap musuh penjahat kini lebih kuat daripada sebelumnya.

Menurut laporan Pars Today, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam al-Anbiya Iran pada Selasa (10/03/2026) dini hari menulis dalam pesannya, “Rezim kriminal Amerika Serikat dan rezim Zionis pembunuh anak-anak melakukan serangan tidak kesatria pada 9 Esfand (28/02) terhadap Iran dengan melanggar semua hukum internasional serta norma‑norma hak asasi manusia, sekaligus menewaskan pemimpin terkasih serta sejumlah komandan dan warga negara Iran.”

Mayjen Abdollahi menegaskan, “Kini kondisi tidak lagi seperti ini, di mana setiap kali Amerika dan rezim Zionis dapat memulai atau menghentikan perang terhadap kami sesuka hati.”
“Syahadah Rahbar yang lebih mulia dari jiwa kami dan warga Iran terkasih tidak dapat dimaafkan. Kami telah membuktikan tidak pernah memulai perang dan selalu menghormati kedaulatan wilayah negara-negara lain, dan selalu memperlakukan tetangga dengan rasa hormat,” imbuhnya.

Komandan Markas khatam al-Anbiya menegaskan, “Amerika dan rezim Zionis harus menyatakan penyesalannya atas apa yang dilakukan, menghentikan ancaman terhadap negara‑negara di Asia Barat, serta membiarkan bangsa‑bangsa menentukan nasibnya sendiri agar situasi serupa tidak terulang. Tidak ada akhir bagi perang. Tekad Rahbar, rakyat kami dan angkatan bersenjata untuk membalas dendam terhadap musuh kriminal lebih kuat daripada sebelumnya.”

Pada akhirnya, Mayjen Ali Abdollahi menyatakan, “Musuh yang berkhayal, mengandalkan perang psikologis dan propaganda, tidak akan mampu mengganggu tekad bangsa dan angkatan bersenjata Iran, dan harapan bahwa Iran lemah harus dibuang ke liang kubur.”(sl)