Iran: AS dan Zionis Contoh Kejahatan Teknologi terhadap Kemanusiaan
-
PBB
Pars Today - Perwakilan Republik Islam Iran dalam pertemuan Komisi Kependudukan dan Pembangunan PBB mengutuk agresi militer 40 hari terakhir AS dan rezim Zionis terhadap Iran, dan menyatakan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan kejahatan perang serta simbol penyalahgunaan teknologi canggih terhadap kemanusiaan.
Melaporkan dari IRNA, Kamis, 16 April 2026, perwakilan Iran dalam sidang ke-59 Komisi Kependudukan dan Pembangunan PBB memaparkan pencapaian ilmiah dan teknologi serta model keberhasilan Iran di bidang-bidang seperti sel punca, teknologi digital, dan sistem kesehatan modern, meskipun menghadapi sanksi zalim.
Ia mengutuk agresi militer 40 hari terakhir AS dan rezim Zionis, menyebutnya sebagai kejahatan perang dan simbol penyalahgunaan teknologi canggih terhadap kemanusiaan.
Tuntutan Iran: Dokumentasikan Kejahatan Perang
Perwakilan Iran menegaskan bahwa Republik Islam Iran telah meminta negara-negara anggota PBB dan Komisi Kependudukan untuk mendokumentasikan penyalahgunaan teknologi terhadap warga sipil, serta menjadikan perdamaian dan etika sebagai syarat fundamental pembangunan berkelanjutan.
Iran juga menekankan perlunya melaporkan kejahatan-kejahatan ini ke badan-badan terkait PBB untuk melindungi hak rakyatnya dalam menikmati kemajuan ilmiah.
Rekam Jejak Kejahatan Zionis
Menanggapi tuduhan perwakilan rezim Zionis, diplomat Iran menyatakan bahwa rezim tersebut sama sekali tidak memiliki kualifikasi moral maupun hukum. Dengan memaparkan statistik kejahatan tiga tahun terakhir Zionis di berbagai belahan dunia, ia menilai tindakan mereka sebagai contoh nyata genosida.
Lebih lanjut, dengan mengungkap wajah asli rezim Zionis dalam menyerang tempat-tempat ibadah, ia menegaskan bahwa rezim Zionis adalah "rezim biadab, penjahat perang, dan ancaman berkelanjutan bagi perdamaian serta keamanan internasional".
Seruan untuk AS: Bertanggung Jawab!
Dalam tanggapannya terhadap pernyataan perwakilan AS, perwakilan Iran, mewakili 168 siswa syuhada di Mina, dengan tegas mengutuk kejahatan ilegal AS. Ia mengingatkan kembali kejahatan perang serupa dalam Perang 12 Hari, dan menegaskan bahwa serangan-serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap Piagam PBB, larangan ancaman atau penggunaan kekerasan, serta contoh jelas kejahatan perang.
"Iran menuntut agar Amerika Serikat bertanggung jawab atas pelanggarannya terhadap hukum internasional," tegasnya.(sl)