Rahbar Peringatkan Musuh Jangan Coba-coba Menyerang Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i19069-rahbar_peringatkan_musuh_jangan_coba_coba_menyerang_iran
Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, musuh-musuh Repeblik Islam harus memahami bahwa jika mereka menyerang Iran, maka mereka akan mendapat pukulan keras.
(last modified 2026-05-04T18:06:10+00:00 )
Aug 29, 2016 10:20 Asia/Jakarta
  • Rahbar Peringatkan Musuh Jangan Coba-coba Menyerang Iran

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran mengatakan, musuh-musuh Repeblik Islam harus memahami bahwa jika mereka menyerang Iran, maka mereka akan mendapat pukulan keras.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei mengatakan hal itu dalam pertemuannya dengan para komandan dan Staf Pangkalan Pertahanan Udara Khatamul Anbiya Militer Iran, Minggu (28/8/2016).

 

Dalam kesempatan tersebut, Rahbar menegaskan pentingnya Pangkalan Pertahanan Udara sebagai "garis terdepan dalam menghadapi segala bentuk serangan."

 

Ayatullah Khamenei menyebut front musuh sebagai front yang "jahat, licik, penipu dan penentang independensi bangsa."

 

"Untuk menghadapi musuh yang berusaha melemahkan kemampuan pertahanan Republik Isalm Iran, maka kesiapan pasukan Angkatan Bersenjata harus ditingkatkan sedemikian rupa sehingga musuh bahkan tidak berani untuk berpikir melakukan agresi," jelasnya.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran menilai tekad, kemauan dan kemampuan sumber daya manusia sebagai faktor penting untuk menghapus hambatan dan kelemahan.

 

"Pangkalan Pertahanan Udara (Khatamul Anbiya) adalah bagian garis depan dan utama. Melalui pemahaman terhadap posisi penting ini dan dengan menunjukkan tekad, keinginan dan ketegasan, kalian harus melemahkan tekad musuh yang ingin melakukan invasi," imbuhnya.

 

Ayatullah Khamenei menilai permusuhan terhadap bangsa Iran dan Republik Islam sebagai permusuhan yang lebih luas ketimbang permusuhan umum di dunia.

 

Rahbar menjelaskan, front musuh seperti "sistem hegemonik" atau "Zionisme internasional" adalah sebuah front jahat, licik, penipu yang memiliki ide-ide kotor, di mana front ini mempunyai permusuhan terhadap prinsip-prinsip keyakinan agama, independensi dan ketidaktundukan bangsa Iran.

 

Pemimpin Besar Revolusi Islam lebih lanjut menyinggung munculnya permusuhan dari front arogansi dengan berbagai bentuk wajah.

 

Ayatullah Khamenei menjelaskan, pemusuhan ini, satu hari muncul dengan wajah Amerika Serikat dan di hari lain muncul sebagai wajah rezim penindas seperti rezim Saddam, namun hal yang terpenting adalah Iran –dengan menggunakan fasilitas dan berbagai potensi serta mengetahui posisi dan agenda musuh– mengambil posisi dan keputusan yang benar serta bertindak berdasarkan keputusan benar tersebut.

 

Rahbar menyebut penentangan luas terhadap sistem pertahanan rudal S-300 dan instalasi Fordow Iran yang dijaga ketat sebagai contoh dari kejahatan musuh bangsa Iran.

 

"Sistem S-300 merupakan sarana defensif dan bukan alat ofensif, namun AS mengerahkan semua upayanya agar Republik Islam Iran tidak bisa memiliki fasilitas ini," pungkasnya. (RA)