Peringatan Strategis IRGC: Pasca 40 Hari Perang, Kini Giliran Musuh yang 'Mengemis' Gencatan Senjata
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190896-peringatan_strategis_irgc_pasca_40_hari_perang_kini_giliran_musuh_yang_'mengemis'_gencatan_senjata
Pars Today - Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam sebuah pernyataan strategis yang menandai peringatan ke-37 wafatnya Pendiri Agung Revolusi dan Idul Ghadir, memperingatkan musuh-musuh jahat bahwa mereka harus menerima aturan baru yang telah dipaksakan oleh bangsa dan angkatan bersenjata Iran di medan perang.
(last modified 2026-06-03T16:49:05+00:00 )
Jun 03, 2026 23:47 Asia/Jakarta
  • IRGC
    IRGC

Pars Today - Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC), dalam sebuah pernyataan strategis yang menandai peringatan ke-37 wafatnya Pendiri Agung Revolusi dan Idul Ghadir, memperingatkan musuh-musuh jahat bahwa mereka harus menerima aturan baru yang telah dipaksakan oleh bangsa dan angkatan bersenjata Iran di medan perang.

Dilansir Pars Today, 3 Juni 2026, pernyataan itu menegaskan bahwa 47 tahun lalu, Imam Khomeini, sang arsitek besar revolusi, menerangi pergerakan Islam. Warisannya, bersama dengan kepemimpinan bijaksana sang "Pemimpin Syahid Umat" (Ayatullah Khamenei), dan sekarang diteruskan oleh penerus sahnya, Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei, telah memandu Iran melalui masa-masa sulit.

Kini, setelah "Perang Paksa Ketiga" AS-Zionis, yang berlangsung selama 40 hari perlawanan yang menghancurkan, musuh dipaksa untuk "mengemis" gencatan senjata.

Pernyataan itu dengan tegas menyatakan bahwa rezim Zionis yang jahat dan Amerika harus menerima realitas baru: Iran lebih kuat dari sebelumnya, dan era di mana mereka dapat menekan kehendak bangsa Iran telah berakhir.

Mereka memulai perang dengan arogansi, berpikir kemenangan dalam hitungan hari. Namun 40 hari kemudian, yang terlihat bukanlah parade pasukan Iran yang menyerah, tetapi para jenderal AS dan Zionis yang mengemis untuk berhenti. Kini, IRGC mengingatkan: dunia harus belajar aturan baru. Aturan di mana Iran tidak lagi menjadi korban, tetapi sang penentu di medan perang.(Sail)