Ghalibaf: Era Ancaman Tanpa Biaya bagi Iran Sudah Berakhir
-
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf
Pars Today - Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam sebuah pernyataan, menegaskan bahwa era di mana musuh dapat mengancam Iran tanpa biaya telah berakhir.
Dilansir Pars Today, 4 Juni 2026, berbicara pada peringatan wafatnya Imam Khomeini, Ghalibaf menyatakan bahwa sang Imam mengajarkan bangsa Iran untuk tidak pernah mundur di hadapan tirani dan dominasi.
"Dengan mencontoh ajaran yang sama, bangsa Iran, dalam pertempurannya melawan AS dan rezim Zionis, telah menunjukkan bahwa era ancaman tanpa biaya terhadap Iran telah berakhir,"* tegasnya.
Ghalibaf juga merujuk pada syahidnya Pemimpin Revolusi, Ayatullah Ali Khamenei, yang ia gambarkan sebagai penjamin keberlangsungan perjuangan Imam Khomeini.
"Meskipun 'Pemimpin Ali Khamenei' tidak lagi bersama kita, 'Pemimpin yang Syahid' dengan darah sucinya telah memastikan kelanjutan gerakan Imam Khomeini," tulisnya, seraya menambahkan bahwa bendera martabat, kemerdekaan, dan perlawanan kini diwariskan kepada generasi mendatang.
Ghalibaf menegaskan bahwa dunia saat ini menyaksikan bukti nyata dari kekuatan militer Iran, keajaiban-keajaiban yang diciptakan oleh anak-anak bangsa ini di medan perang, serta kemajuan ilmiah dan teknologi negaranya.
Ia mengutip Imam Khomeini yang menyebut AS sebagai "Setan Besar" dan musuh Iran, yang memprediksi bahwa Islam akan merendahkan kekuatan besar ke tanah.
"Imam Khomeini mengajarkan bangsa Iran untuk tidak mundur di hadapan tirani. Kini, dengan inspirasi dari ajaran yang sama, bangsa Iran telah menunjukkan bahwa era ancaman tanpa biaya bagi Iran telah berakhir. Setiap agresi akan dihadapi dengan respons yang tegas, penyesalan, dan proporsional," pungkas Ghalibaf.
Pesan Ghalibaf ini adalah ringkasan yang jelas dari sikap Iran pasca-perang: "Kami tidak lagi menjadi negara yang bisa diintimidasi." Teks tersebut secara langsung mengutip ajaran Imam Khomeini untuk membenarkan doktrin ketahanan yang baru. Bagi para pendengarnya di dalam negeri, ini adalah seruan untuk melanjutkan perlawanan. Bagi musuh di luar negeri, ini adalah peringatan yang tak salah dengar: biaya untuk menguji Iran sekarang akan sangat mahal.
Dulu, Amerika mengancam, Iran hanya bisa protes. Kini, setelah 40 hari perang, giliran mereka yang harus menghitung biaya setiap ancaman. Ghalibaf tidak sedang berpidato; ia sedang mengumumkan perubahan zaman. Dan di zaman yang baru ini, Iran bukan lagi objek dari intimidasi, tetapi subjek yang menentukan jalannya permainan.(Sail)