Komandan IRGC: Rezim Zionis Harus Hentikan Serangan ke Lebanon Selatan
-
Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran
Pars Today - Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Republik Islam Iran dalam sebuah pernyataan mengumumkan, Rezim Zionis yang agresor, dengan pelanggaran berulang gencatan senjata, telah meningkatkan kejahatannya terhadap rakyat Lebanon yang tertindas dengan lampu hijau dan dukungan Amerika yang kriminal serta kebisuan komunitas internasional, dan melakukan kejahatan perang dengan menggunakan senjata terlarang termasuk bom fosfor.
Melansir Pars Today dari IRNA, 8 Junio 2026, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, Komandan Markas Besar Khatam Al-Anbiya Iran, Minggu (7/6) malam dalam sebuah pernyataan menekankan:
"Meskipun telah ada peringatan sebelumnya dari Republik Islam Iran, rezim Zionis pembunuh anak-anak, dengan melampaui semua garis merah dan meningkatkan serangan di Lebanon Selatan, telah menargetkan Dahiyeh Beirut."
Mayor Jenderal Abdollahi dalam pesan ini mengingatkan:
"Sebelumnya kami telah memperingatkan bahwa jika kejahatan di Dahiyeh Beirut meluas, kami akan menyerang target-target di tanah pendudukan."
"Angkatan bersenjata Zionis harus menghentikan serangan mereka ke Lebanon Selatan dan Dahiyeh, dan jika mereka memperluas serangan ke wilayah tersebut atau merespons tindakan Iran, mereka akan menghadapi pukulan yang lebih menghancurkan dan menyesatkan, serta serangan-serangan menghancurkan terhadap rezim dan pendukungnya akan dimulai."
Peringatan Jubir Markas Khatam Al-Anbiya kepada Rezim Zionis
Pada saat yang sama, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al-Anbiya, dengan memperingatkan rezim Zionis dan merilis sebuah video, mengumumkan:
"Angkatan bersenjata Zionis harus menghentikan serangan mereka ke Lebanon Selatan dan Dahiyeh."
Ahmadian: Dengarkan Suara Gemuruh Rakyat Iran di Langit Tel Aviv
Dalam kaitan yang sama, Ali Akbar Ahmadian, Wakil Pemimpin Revolusi di Dewan Pertahanan Republik Islam Iran, dalam sebuah pesan menulis:
"Ini adalah suara gemuruh rakyat Iran yang terdengar di langit Tel Aviv. Iran dan rakyat Iran tidak akan tunduk pada pemaksaan kehendak."
Ia menyatakan bahwa para pejabat Iran, dengan bersandar pada dukungan Ilahi dan dukungan rakyat yang terutus, akan bertahan hingga kemenangan akhir, dan menekankan:
"Kelanjutan jalur tekanan dan ancaman akan menghasilkan respons yang lebih tegas dan lebih menghancurkan."
Pesan Singkat Sayid Majid Mousavi: Janji Itu Setia
Mayor Jenderal Seyyed Majid Mousavi, Komandan Angkatan Udara dan Antariksa Garda Revolusi Islam, juga dalam pesan singkat terkait serangan Minggu malam Iran ke tanah pendudukan yang dilakukan sebagai respons terhadap kejahatan Israel dalam serangan ke Lebanon, menulis:
"Al-Wa'du Wafa" (Janji itu setia/ditepati)
Pernyataan-pernyataan ini menandai eskalasi retorika militer Iran, dengan peringatan eksplisit tentang balasan langsung terhadap serangan Israel ke Lebanon.(Sail)