Presiden Iran ke Emir Qatar: Kesepakatan Islamabad Peluang Stabilitas
https://parstoday.ir/id/news/iran-i191738-presiden_iran_ke_emir_qatar_kesepakatan_islamabad_peluang_stabilitas
Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, dalam panggilan telepon dengan Emir Qatar, berterima kasih atas peran konstruktif Doha dalam mengurangi ketegangan dan memfasilitasi proses diplomatik yang mengarah pada kesepakatan pengakhiran perang AS dan Israel terhadap Iran.
(last modified 2026-06-19T10:28:22+00:00 )
Jun 19, 2026 17:25 Asia/Jakarta
  • Kontak telepon Masoud Pezeshkian dan Emir Qatar
    Kontak telepon Masoud Pezeshkian dan Emir Qatar

Pars Today - Presiden Republik Islam Iran, dalam panggilan telepon dengan Emir Qatar, berterima kasih atas peran konstruktif Doha dalam mengurangi ketegangan dan memfasilitasi proses diplomatik yang mengarah pada kesepakatan pengakhiran perang AS dan Israel terhadap Iran.

Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Masoud Pezeshkian, Presiden RI, pada hari Kamis (18/6) dalam panggilan telepon dengan Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, merujuk pada pentingnya kerja sama dan konvergensi negara-negara kawasan dalam menghadapi tantangan ke depan, mengatakan: "Republik Islam Iran selalu menekankan pengembangan hubungan persaudaraan dengan negara-negara Islam dan penguatan ikatan politik, ekonomi, dan budaya antara bangsa-bangsa Muslim, dan percaya bahwa kerja sama dan dukungan timbal balik negara-negara Islam dapat menjadi landasan bagi stabilitas, keamanan, dan kemajuan berkelanjutan di kawasan."

 

Dalam panggilan ini, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, juga dengan menyatakan kegembiraannya atas tercapainya kesepakatan pengakhiran perang terhadap Iran, menilai peran diplomasi dan dialog dalam mengurangi ketegangan dan memperkuat stabilitas regional sebagai hal yang penting, dan menegaskan: "Pemerintah Qatar telah menindaklanjuti upayanya untuk mengembangkan hubungan dengan Iran serta membantu mengurangi ketegangan dan mendekatkan pandangan dengan sungguh-sungguh."

 

Putin: Nota Kesepahaman Ini Dapat Menjadi Landasan yang Kuat untuk Kesepakatan-Kesepakatan di Masa Depan

 

Sehubungan dengan ini, Vladimir Putin, Presiden Rusia, seraya menyambut baik nota kesepahaman Iran dan AS dengan tujuan mengakhiri perang, mengatakan: "Nota kesepahaman ini dapat menjadi landasan yang kokoh untuk kesepakatan-kesepakatan di masa depan."

 

Penekanan Araghchi pada Perluasan Hubungan Iran dan Prancis

 

Sementara itu, "Jean-Noël Barrot," Menteri Luar Negeri Prancis, dalam panggilan telepon dengan Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran, menyatakan dukungan penuh Paris terhadap proses diplomatik dan nota kesepahaman yang dicapai antara Iran dan AS, serta menekankan pentingnya memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat perdamaian, stabilitas, dan keamanan berkelanjutan di kawasan.

 

Menteri Luar Negeri Iran dalam panggilan telepon ini, merujuk pada ketentuan Nota Kesepahaman Islamabad, menekankan tanggung jawab AS dalam memainkan peran efektif untuk mengakhiri perang dan menghentikan konflik di semua front, termasuk Lebanon. Araghchi, merujuk pada peluang-peluang yang tercipta berdasarkan Nota Kesepahaman Islamabad untuk memperluas hubungan Iran dan Prancis, terutama di bidang ekonomi dan perdagangan, menekankan perlunya dukungan tegas dan menyeluruh dari masyarakat internasional dan lembaga-lembaga internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB, terhadap implementasi kesepakatan ini dan dukungan terhadap proses damai yang dihasilkannya.

 

Panggilan Telepon Araghchi dan Menteri Luar Negeri Kuwait

 

Juga, Menteri Luar Negeri Iran dalam panggilan telepon dengan Sheikh "Jarrah Jaber Al-Ahmad Al-Sabah," Menteri Luar Negeri Kuwait, memberinya informasi tentang ketentuan-ketentuan dan perkembangan terbaru terkait Nota Kesepahaman Islamabad, dan menekankan perlunya dialog dengan negara-negara Teluk Persia untuk meningkatkan interaksi dan menghilangkan ambiguitas yang ada. Araghchi, merujuk pada perhatian Republik Islam Iran terhadap kebijakan bertetangga yang baik, menyatakan harapannya bahwa kesepakatan ini akan mengarah pada pemulihan perdamaian dan stabilitas di kawasan, dan menekankan perlunya dialog dengan negara-negara Teluk Persia untuk meningkatkan interaksi dan menghilangkan ambiguitas yang ada. (MF)