"Washington vs Islamabad": Ghalibaf Sebut Kesepakatan AS-Lebanon sebagai "Konspirasi"
https://parstoday.ir/id/news/iran-i192222-washington_vs_islamabad_ghalibaf_sebut_kesepakatan_as_lebanon_sebagai_konspirasi
Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran mengatakan bahwa penghentian perang di Lebanon dan jaminan kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut adalah bagian penting dari Pasal 1 Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran dan AS.
(last modified 2026-06-28T15:53:39+00:00 )
Jun 28, 2026 22:52 Asia/Jakarta
  • Mohammad Bagher Ghalibaf , Ketua Majelis Syura Islam Iran dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri
    Mohammad Bagher Ghalibaf , Ketua Majelis Syura Islam Iran dan Ketua Parlemen Lebanon, Nabih Berri

Pars Today - Ketua Majelis Syura Islam Iran mengatakan bahwa penghentian perang di Lebanon dan jaminan kedaulatan dan integritas teritorial negara tersebut adalah bagian penting dari Pasal 1 Nota Kesepahaman Islamabad antara Iran dan AS.

Melansir IRNA, 28 Juni 2026, Pars Today melaporkan bahwa Mohammad Bagher Ghalibaf , Ketua Majelis Syura Islam Iran, dalam percakapan telepon dengan Ketua Parlemen Lebanon, seraya menekankan bahwa dalam pembicaraan minggu lalu di Swis, salah satu topik terpenting adalah penghentian perang di Lebanon dan kedaulatan serta integritas teritorial negara tersebut, menyatakan:

"Masalah ini adalah bagian penting dari Pasal 1 nota kesepahaman Islamabad antara Iran dan AS. Dalam pembicaraan di Swis, setelah tim perunding Iran secara serius menunjuk pada pelanggaran-pelanggaran terhadap pasal ini, disepakati bahwa sebuah Unit Kontrol Konflik akan dibentuk antara Iran, AS, dan Lebanon. Unit ini akan menindaklanjuti proses implementasi pasal ini di Lebanon."

Ghalibaf menegaskan, "Tujuan kami adalah mengakhiri perang di Lebanon, memulangkan para pengungsi ke rumah-rumah mereka, mengakhiri pendudukan, dan mengusir rezim Zionis dari tanah Lebanon. Kami akan menindaklanjuti masalah ini dengan serius."

Nabih Berri: "Upaya Musuh Zionis Adalah Melawan Kedaulatan dan Integritas Teritorial Lebanon"

Dalam percakapan ini, Nabih Berri , Ketua Parlemen Lebanon, seraya berterima kasih atas sikap Republik Islam Iran dan tim perunding Iran, menambahkan:

"Apa yang Anda tindaklanjuti di Swis adalah untuk kepentingan rakyat Lebanon. Namun, musuh Zionis berusaha untuk menghindari masalah pemulihan kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon dalam kerangka kesepakatan Islamabad melalui cara lain."

Ketua Parlemen Lebanon merujuk pada kesepakatan Washington antara Lebanon dan rezim Zionis, dan menambahkan, "Ini adalah konspirasi dan fitnah."

Kedua belah pihak dalam percakapan telepon ini menekankan perlunya mengadakan pertemuan Unit Kontrol Konflik sesegera mungkin untuk mengendalikan dan mengakhiri perang di Lebanon.

Pernyataan Ghalibaf ini adalah pengingat yang jelas bahwa Iran tidak akan membiarkan AS melupakan komitmennya dalam MoU. Dengan mengatakan bahwa "kami akan menindaklanjuti masalah ini dengan serius," Ghalibaf mengirim pesan bahwa Iran akan terus menekan AS untuk memastikan bahwa Israel benar-benar menghentikan serangannya di Lebanon dan menarik pasukannya.

Pernyataan Nabih Berri bahwa kesepakatan Washington adalah "konspirasi dan fitnah" menunjukkan bahwa Hizbullah dan sekutunya tidak sendirian dalam menolak kesepakatan tersebut. Berri, yang merupakan sekutu dekat Hizbullah, menegaskan bahwa Lebanon tidak akan menerima kesepakatan yang melegitimasi pendudukan Israel.

Meskipun Ghalibaf dan Berri menekankan perlunya membentuk Unit Kontrol Konflik, masih belum jelas bagaimana mekanisme ini akan bekerja. Apakah ini akan menjadi forum untuk dialog antara Iran, AS, dan Lebanon? Atau apakah ini akan menjadi mekanisme untuk memantau pelanggaran gencatan senjata? Ketidakjelasan ini menunjukkan bahwa implementasi MoU masih jauh dari selesai.(Sail)