Baghaei: Pelanggaran Komitmen Akan Dihadapi dengan Tindakan Setimpal
-
Ismail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran
Pars Today - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menolak klaim bahwa Iran meminta negosiasi dengan Amerika, seraya menegaskan bahwa kebijakan Republik Islam tetap berlandaskan prinsip "komitmen atas komitmen", dan setiap pelanggaran komitmen dari pihak Washington akan dihadapi dengan tindakan setimpal.
Sebagaimana dilaporkan Pars Today mengutip IRIB, 11 Juli 2026, Ismail Baghaei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Jumat (10/7) malam dalam wawancara dengan program "Dunia Hari Ini" di stasiun televisi Khabar, menjawab pertanyaan tentang klaim-klaim pejabat Amerika mengenai negosiasi dan gencatan senjata. Ia mengatakan bahwa Iran tidak pernah mengajukan permintaan untuk bernegosiasi dengan Amerika. Namun, berdasarkan pendekatan bertanggung jawab yang selalu dipegang, Iran tidak menolak permintaan dari salah satu mediator kawasan untuk berkunjung ke Iran dan berdialog tentang situasi terkini. Kunjungan itu dilaksanakan pada hari Jumat di Mashhad, dan Iran menyampaikan pandangan serta sudut pandangnya kepada pihak Qatar.
Jubir Kementerian Luar Negeri Iran selanjutnya mengingatkan bahwa Amerika sudah terbiasa mengingkari janji. Nota kesepahaman (MoU) yang baru dua puluh dua hari sejak penandatanganannya, terus-menerus dilanggar oleh Amerika di berbagai klausulnya.
Baghaei menambahkan bahwa peristiwa yang terjadi pada hari Rabu (8/7) dan Kamis (8/8) merupakan pelanggaran berat terhadap klausul satu dan dua nota kesepahaman. Pengumuman tentang pencabutan terkait penjualan minyak Iran juga merupakan pelanggaran berat terhadap klausul lainnya. Dan kabar yang baru-baru ini diumumkan mengenai penerapan sanksi-sanksi baru, sekali lagi merupakan pelanggaran tegas terhadap klausul kesembilan nota kesepahaman. Dari 14 klausul tersebut, pihak Amerika dengan berbagai alasan telah melanggar bagian-bagian yang berbeda. Oleh karena itu, Iran tidak perlu terlalu terkejut, karena pengingkaran janji merupakan bagian dari pola perilaku berbagai pemerintahan Amerika.
Ia mengatakan bahwa sejak awal Iran telah menyatakan dengan sangat jelas dan tegas: komitmen atas komitmen. Artinya Iran tidak akan menjalankan komitmen apa pun tanpa imbalan setimpal. Jika pihak lawan melanggar komitmennya, dan faktanya ia telah melanggar, maka Republik Islam Iran pun akan mengambil dan telah mengambil tindakan yang diperlukan secara timbal balik. Metode ini akan terus berlanjut di masa mendatang.(Sail)