Perancangan Sistem Hidrogel Canggih di Iran untuk Pengobatan Kanker
Para peneliti Iran telah mengembangkan sistem hidrogel peka cahaya berbasis biopolimer kitosan, yang menjadi langkah potensial untuk meningkatkan efektivitas pengobatan kanker payudara sekaligus mengurangi efek samping kemoterapi.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Farnaz Azadikha, seorang peneliti Iran dalam program pascadoktoral, merancang sistem yang menggabungkan obat kemoterapi metotreksat dan bahan peka cahaya perilena diimida dalam matriks hidrogel kitosan. Sistem ini memungkinkan penerapan kemoterapi dan terapi fotodinamik secara bersamaan.
Azadikha menjelaskan bahwa kitosan, sebagai biopolimer alami yang biokompatibel dan dapat terurai secara biologis, berfungsi sebagai pembawa yang stabil untuk mengantarkan obat dan bahan peka cahaya. Sistem tersebut memungkinkan pelepasan obat secara terkontrol dan terarah di lokasi tumor.
Ia menjelaskan bahwa metotreksat bekerja dengan menghambat proliferasi sel kanker. Dalam metode ini, obat dilepaskan secara lokal pada jaringan tumor sehingga konsentrasi terapeutik dapat dipertahankan sekaligus mengurangi efek samping sistemik yang tidak diinginkan.
Pada saat yang sama, perilena diimida menyerap cahaya laser dan menghasilkan spesies oksigen reaktif (ROS) yang dapat menghancurkan sel-sel kanker.
Berdasarkan hasil pengujian, Azadikha mengatakan bahwa sistem tersebut, dengan menggunakan dosis metotreksat yang rendah dan penyinaran laser, mampu menghancurkan lebih dari 80 persen sel kanker payudara, sementara sel-sel sehat tidak mengalami kerusakan yang signifikan.
Hasil tersebut menunjukkan potensi efektivitas dan ketepatan sasaran yang tinggi dari pendekatan terapi ini.