Iran Serukan Penguatan Kerja Sama Energi demi Stabilitas Kaukasus Selatan
Wakil Menteri Perminyakan dan Direktur Utama Perusahaan Gas Nasional Iran mengusulkan kepada negara-negara dalam format kerja sama 3+3 agar memperkuat kerja sama di bidang energi untuk mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan Kaukasus Selatan dengan mengandalkan kapasitas negara-negara di kawasan tersebut.
Menurut laporan Pars Today yang mengutip IRNA, Saeed Tavakoli, Wakil Menteri Perminyakan sekaligus Direktur Utama Perusahaan Gas Nasional Iran, pada Jumat dalam sesi khusus Forum Internasional Pekan Energi Rusia ke-8 di Moskow menyebut pemanfaatan kapasitas jaringan pipa transmisi gas dan jaringan transmisi listrik yang tersedia sebagai peluang untuk memperkuat kerja sama antarnegara dalam format 3+3.
Sesi khusus tersebut bertajuk “Kerja Sama Energi dalam Format 3+3 untuk Memperkuat Perdamaian dan Keamanan di Kawasan Kaukasus Selatan” dan dihadiri oleh para wakil menteri serta pejabat tinggi kementerian perminyakan dan energi dari Republik Islam Iran, Federasi Rusia, Republik Azerbaijan, Armenia, dan Georgia.
Tavakoli menegaskan bahwa dalam pembahasan mengenai kerja sama energi dan keamanan di Kaukasus Selatan, pertanyaannya bukan semata-mata melalui jalur mana gas dialirkan atau berapa volumenya.
Direktur Utama Perusahaan Gas Nasional Iran itu melanjutkan bahwa pertanyaan yang lebih penting adalah bagaimana perdagangan energi, kerja sama industri, dan keterkaitan ekonomi dapat menjamin kepentingan jangka panjang seluruh negara peserta.
Tavakoli kemudian menyebut pengalaman Iran dalam kerja sama industri gas dengan bekas Uni Soviet, skema pertukaran gas Azerbaijan ke Nakhchivan, pertukaran gas dan listrik dengan Armenia, serta kerja sama musiman untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat negara-negara di kawasan, termasuk pasokan gas ke Georgia pada 2006, sebagai contoh kerja sama energi antarnegara di kawasan tersebut.
Dengan menyinggung kapasitas dan kemampuan Iran yang memiliki sumber daya gas alam melimpah, produksi listrik, jaringan transmisi gas sepanjang 41 ribu kilometer, serta jaringan distribusi gas sepanjang 480 ribu kilometer, Direktur Utama Perusahaan Gas Nasional Iran itu menggambarkan posisi geografis Iran sebagai sangat strategis dalam hubungannya dengan pusat produksi dan konsumsi energi serta potensinya untuk berperan dalam pertukaran dan transit gas.
Merujuk pada nota kesepahaman antara Teheran dan Moskow pada 2024 mengenai pengiriman gas Rusia ke Iran, ia mengatakan bahwa pendekatan pertama dalam hal ini adalah memanfaatkan kapasitas yang sudah tersedia. Menurutnya, kawasan tersebut telah memiliki jaringan transmisi gas dan infrastruktur yang diperlukan. Hal terpenting adalah membangun interaksi dan hubungan untuk memanfaatkan kapasitas tersebut secara optimal.