Presiden Iran dan Emir Qatar Bicarakan Isu-isu Regional
https://parstoday.ir/id/news/iran-i20359-presiden_iran_dan_emir_qatar_bicarakan_isu_isu_regional
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, persoalan di Timur Tengah harus diselesaikan melalui perundingan politik dan kerjasama negara-negara regional.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Sep 12, 2016 23:19 Asia/Jakarta
  • Presiden Iran dan Emir Qatar Bicarakan Isu-isu Regional

Presiden Republik Islam Iran mengatakan, persoalan di Timur Tengah harus diselesaikan melalui perundingan politik dan kerjasama negara-negara regional.

Hassan Rouhani mengungkapkan hal itu dalam percakapan telepon dengan Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, Emir Qatar, Senin (12/9/2016) sore.

 

Ia menekankan pentingnya kerjasama di antara negara-negara kawasan terutama negara-negara pesisir Teluk Persia.

 

"Republik Islam Iran tidak mengabaikan upaya apapun untuk menciptakan dan memperkuat proses ini dan kerjasama harus diupayakan dalam sektor tersebut, " kata Rouhani seperti dikutip IRNA.

 

Rouhani lebih lanjut menyinggung meluasnya ekstremisme, kekerasan dan terorisme di kawasan.

 

"Tugas pemerintah-pemerintah regional adalah berusaha menyelamatkan umat Islam dari terorisme, menciptakan stabilitas di kawasan dan memperkuat persatuan dunia Islam, " pungkasnya.

 

Sementara itu, Emir Qatar dalam percakapan telepon tersebut mengucapkan selamat Hari Raya Idul Adha kepada Presiden, pemerintah dan rakyat Iran.

 

"Qatar selalu menyambut perluasan kerjasama antarkedua negara di semua sektor dan mengejar hubungan khusus dengan Tehran, "ujarnya.

 

Sheikh Tamim juga menekankan pentingnya penguatan dialog antara Iran dan negara-negara pesisir Teluk Persia.

 

"Republik Islam Iran memiliki posisi dan peran khusus di kawasan, di mana (pelaksanaan) peran tersebut juga dalam kerangka kepentingan Qatar, " imbuhnya.

 

Sheikh Tamim menyinggung terorisme dan ekstremisme di kawasan. Ia mengatakan, tak diragukan lagi, perluasan hubungan dan kerjasama di antara negara-negara regional dilakukan dalam kerangka kepantingan rakyat yang sedang dalam kondisi sulit akibat terorisme. (RA)