Sidang Wina Sepakati Penurunan Produksi OPEC
Anggota organisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC) di sidang hari Rabu (30/11) di Wina mencapai kesepakatan penurunan produksi minyak mentah organisasi ini dan penambahan kouta Republik Islam Iran.
Televisi al-Alam melaporkan, anggota OPEC hari Rabu di sidang ke 171 di Wina sepakat memangkas produksi minyak mereka sebesar 1,2 juta barel perhari. Dengan demikian produksi minyak OPEC akan mencapai 32,5 juta barel perhari.
Negara-negara OPEC sebelumnya memproduksi minyak mentah sekitar 33,64 juta barel perhari.
OPEC di sidang kali ini juga menyetujui Iran memproduksi minyak sebesar 3,9 juta barel perhari.
Behrooz Nemati, anggota parlemen Iran yang menyertai Menteri Energi, Bijan Namdar Zangeneh di sidang OPEC di Wina menekankan, di sidang kali ini, kouta Irak, Arab Saudi, Qatar dan Uni Emirat Arab turun empat persen dan hanya Iran satu-satunya negara yang tingkat produksinya tidak dipangkas, malah ditambah.
“Republik Islam Iran berharap ditambah 85 ribu barel lagi di koutanya, sehingga Tehran mampu meraih sahamnya seperti sebelum sanksi yakni 3 juta 975 ribu barel perhari,” ungkap Nemati.
Menyusul kesepakatan anggota OPEC di Wina, harga minyak mentah Brent naik lebih dari 7 persen.
Zangeneh sebelum sidang Wina seraya mengungkapkan optimismenya akan hasil perundingan menyatakan, kesepakatan untuk mengurangi produksi minyak sebuah keniscayaan.
Khalid al-Falih, menteri perminyakan Arab Saudi mengatakan, Riyadh sepakat dengan stabilisasi produksi minyak dan penambahan kouta Iran.
Sementara itu, Jabar Ali al-Luaibi, menteri perminyakan Irak menandaskan, setelah berbulan-bulan perundingan ketat, akhirnya tiga produsen besar minyak OPEC yakni Arab Saudi, Iran dan Irak mampu menyelesaikan friksi mereka untuk mengurangi produksi sehingga OPEC untuk pertama kalinya sejak 2008 memangkas tingkat produksi minyaknya.
Kesepakatan hari Rabu OPEC juga mencakup pemangkasan 600 ribu barel minyak perhari oleh negara-negara non anggota. (MF)