Menlu Iran: Era Diktatorime AS di Kawasan Sudah Berakhir
-
Menlu Iran
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, era diktatorisme Barat khususnya Amerika Serikat di kawasan, sudah berakhir.
Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran, Selasa (6/12) di hadapan mahasiswa Universitas Peking di Beijing menjelaskan, keruntuhan Uni Soviet memunculkan persepsi keliru di dunia Barat, bahwa hal itu dianggap sebagai sebuah kemenangan bagi Barat, oleh karena itu berdasarkan anggapan ini, Amerika berusaha menjadikan dirinya sebagai satu-satunya negara adidaya di dunia.
Zarif menambahkan, berdasarkan anggapan ini pula, Amerika menduduki Irak dan Afghanistan untuk mengokohkan kekuatannya di tengah masyarakat dunia, akan tetapi era kediktatoran yang muncul dari anggapan keliru tersebut, sekarang sudah berakhir.
Ia menegaskan, banyak tantangan yang dihadapi masyarakat dunia, mulai dari masalah lingkungan hidup sampai ekstremisme dan terorisme, dalam hal ini, Cina sebagai salah satu pemain penting, memainkan partisipasi aktifnya di era ini.
Menurut Menlu Iran, alasan utama kecenderungan pada ekstremisme dan terorisme di dunia adalah rasa kebencian, keputusasaan dan ketidakpuasan yang dihasilkan oleh penjajahan atas bangsa-bangsa dunia.
Lebih lanjut Zarif menerangkan, program-program budaya dan perguruan tinggi, dapat menjadi jalan untuk menghadapi ekstremisme, pasalnya strategi militer tidak akan bisa menjadi strategi penyelesaian masalah ekstremisme.
Menlu Iran juga menekankan penyelesaian krisis Suriah lewat jalur politik dan dialog.
"Cina tidak ingin berperan sebagai negara superpower, tapi sedang memainkan peran positif di banyak masalah internasional termasuk Suriah," ujarnya.
Zarif menilai hubungan Tehran-Beijing strategis dan mengatakan, Republik Islam Iran dan Cina selalu menekankan perluasan hubungan dua negara.
Menlu Iran dalam safari Asianya, setelah menghadiri konferensi Heart Asia-Istanbul Process 2016 di India, Ahad malam tiba di Beijing, Cina. (HS)