Iran Kritik Resolusi Bias di Majelis Umum PBB
https://parstoday.ir/id/news/iran-i28711-iran_kritik_resolusi_bias_di_majelis_umum_pbb
Deputi Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB mengecam pengesahan resolusi anti-Iran di Majelis Umum PBB terkait dengan Hak Asasi Manusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Des 20, 2016 13:11 Asia/Jakarta
  • Iran Kritik Resolusi Bias di Majelis Umum PBB

Deputi Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB mengecam pengesahan resolusi anti-Iran di Majelis Umum PBB terkait dengan Hak Asasi Manusia.

Gholamhossein Dehghani dalam pernyataan terbarunya pada Senin (19/12/2016) menyinggung draf resolusi anti-Iran, L-15, Majelis Umum PBB terkait kritikan terhadap kondisi HAM di negara ini yang telah disahkan.

 

Ia mengatakan, resolusi ini menegaskan kembali ketidakjujuran para pengklaim pembela HAM.

 

Sebelumnya, Majelis Umum PBB pada Senin mengesahkan sebuah resolusi anti-Iran, di mana pendukung utama resolusi ini adalah Kanada.

 

Resolusi tersebut menuding Iran melanggar HAM seperti penyiksaan, tingginya tingkat eksekusi di negara ini, pembatasan terhadap kebebasan berkumpul dan diskriminasi terhadap perempuan dan minoritas agama.

 

Dehghani menjelaskan, resolusi berat sebelah dan bias ini seharusnya tidak diadopsi dan Kanada yang memiliki kasus pelanggaran parah terhadap hak-hak masyarakat adat dan warga kulit hitam juga memahami dengan baik fakta tersebut, di mana negara-negara seperti ini tidak hanya melanggar HAM dari dasarnya, namun juga melanjutkan kejahatannya terhadap warga tak berdosa di bawah bayangan imunitas.

 

"Sangat menjijikkan bahwa sebuah negara yang berada di barisan para pelanggar HAM besar mendukung resolusi absurd anti-Republik Islam Iran, " ujarnya.

Deputi Wakil Tetap Republik Islam Iran untuk PBB lebih lanjut mengatakan, mereka menggunakan kembali HAM sebagai alat untuk menekan sebuah negara dan menyalahgunakannya untuk meraih kepentingan-kepentinganya.

 

Sebenarnya, lanjut Dehghani, selain dari pertimbangan politik, resolusi tersebut tidak memiliki dasar yang kredibel. (RA)