Zarif: Terorisme dan Ekstremisme Akibat Inefektifitas Kebijakan
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menilai terorisme dan ekstremisme sebagai akibat dari ketidakefektifan kebijakan saat ini di arena internasional.
Mohammad Javad Zarif mengungkapkan hal itu dalam sebuah artikel di jurnal Iran, Iranian Review of Foreign Affairs ketika menegaskan pentingnya upaya kolektif untuk menangani meluasnya terorisme dan ekstremisme di dunia.
Seperti dilansir IRNA, Jumat (30/12/2016), Zarif menulis, masyarakat internasional telah sampai kepada keyakinan bersama bahwa cara yang paling efektif harus ditemukan untuk mengatasi persoalan ini.
Ia menambahkan, jika memang ada kemauan serius untuk memerangi terorisme dan ekstremisme, maka masalah ini harus dievaluasi dengan mendalam dan serius bahwa hal yang paling penting adalah menemukan akar dari persoalan ini.
Menlu Iran menilai intervensi dan kecenderungan untuk mendominasi sebagai salah satu penyebab munculnya terorisme.
Zarif menulis, pendudukan 70 tahun terhadap bumi Palestina adalah contoh terpenting dari hal itu, di mana hal ini meningkat dengan intervensi politik dan militer Amerika Serikat untuk "tatanan baru dunia" menurut pandangannya.
Menlu Iran lebih lanjut menyinggung bergabungnya warga Eropa dengan kelompok-kelompok teroris.
Menurut Zarif, rasa mendalam atas pengucilan, keterasingan dan marginalisasi di lingkungan yang makmur dan berkembang telah merampas keamanan, penghormatan dan harapan dari orang-orang, kelompok dan masyarakat Barat.
Ia menegaskan, agresi militer ke Irak dan Afghanistan dan pendudukan kedua negara ini adalah ''perjudian'' politik yang membawa bencana dan harus dibayar dengan mahal, di mana telah menyebabkan instabilitas yang tidak dapat dihindari. (RA)