Shamkhani: Suriah akan Menjadi Pemenang di Perang Kontra Terorisme
Sekretaris Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran, Ali Shamkhani mengatakan, solusi tunggal bagi keamanan dan stabilitas Suriah memerangi terorisme dan fokus pada dialog Suriah-Suriah guna mencapai rekonsiliasi nasional demi menyelenggarakan pemilu inklusif.
Ali Shamkhani Sabtu (31/12) sore saat bertemu dengan Menlu Suriah, Walid Muallem dan Ali Mamlouk, penasehat Keamanan Nasional presiden Suriah di Tehran menjelaskan, alur politik yang berupaya memperlemah kedaulatan pemerintah legal Suriah atau ingin menyerahkan sebagian wilayah negara ini kepada kelompok teroris atau pendudukan militer asing, bertentangan dengan kepentingan rakyat Suriah serta menjadi ancaman bagi negara-negara regional. Hal ini menurut Shamkhani juga pasti gagalnya.
Shamkhani seraya mengingatkan upaya rakyat, pemerintah dan militer Suriah selama tahun-tahun perjuangan melawan terorisme menekankan, Suriah di perang terorisme global dengan negara ini keluar sebagai pemenang.
Ia menilai sikap kelompok bersenjata yang bersedia kembali ke meja perundingan dan menerima syarat gencatan senjata yang digulirkan pemerintah Suriah sebagai hasil dari kemenangan di lapangan, khususnya pembebasan kota strategis Aleppo. "Mengingat pengalaman buruk kelompok teroris yang suka melanggar janji dan gencatan senjata, maka jaminan tunggal bagi anasir bersenjata untuk komitmen dengan kesepakatan adalah menjaga kekuatan militer dan mengontrol pergerakan serta aktivitas mereka," tekan Shamkhani.
Ali Shamkhani juga menjelaskan, di tengah-tengah friksi dan krisis keamanan di kawasan, rezim Zionis Israel tengah meningkatkan penumpasan terhadap bangsa Palestina.
Ali Mamlouk dan Muallem di pertemuan ini menekankan, perang melawan anasir teroris Daesh dan Front al-Nusra serta berbagai kelompok yang berafiliasi dengan mereka akan dilanjutkan di sela-sela upaya politik dan pemerintah serta bangsa Suriah tidak akan mengijinkan desintigrasi dan berlanjutnya anasir teroris di negara ini atau pendudukan militer asing. (MF)