Peran dan Risalah Wanita; Melepas Hijab dan Kebebasan Tak Beraturan (2)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i31015-peran_dan_risalah_wanita_melepas_hijab_dan_kebebasan_tak_beraturan_(2)
Mulainya Kebebasan Tak Beraturan Setelah 28 Mordad 1332 HS
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jan 16, 2017 08:03 Asia/Jakarta
  • Jilbab
    Jilbab

Mulainya Kebebasan Tak Beraturan Setelah 28 Mordad 1332 HS

Setelah 28 Mordad, politik pemerintah pusat dan rezim Pahlevi kembali kuat dan berhasil memegang semua fasilitas yang ada. Dengan menyeret masyarakat ke arah kekejian, kefasadan dan kebebasan tak beraturan, memulai sebuah kesenangan baru dengan merendahkan hijab dan sunah-sunah Islam. Jelas bahwa sebuah generasi tumbuh secara pelan-pelan dimana mereka tidak mengenal pengetahuan Islam sebagaimana para pendahulunya. Banyak dari para pemuda, anak-anak perempuan dan lelaki dalam periode 25 tahun antara 28 Mordad 1332 HS sampai revolusi Islam di negara ini, belajar di pusat-pusat kebudayaan; mereka benar-benar tidak tahu tentang pengetahuan hakiki akan kebebasan seksual. Orang-orang yang mengelola bioskop atau yang menerbitkan majalah dahulu termasuk para cendikiawan masyarakat kita. Bukan semua dari mereka tapi kebanyakan dari mereka pada kenyataannya mengabdi pada strategi Barat dan pemerintahan Pahlevi. Mereka menyebarkan pakaian non hijab, kebebasan tak beraturan, pencabutan batasan antara wanita dan pria dan kebebasan seksual dengan berbagai macam bahasa. Sampai ketika munculnya Revolusi Islam yang merupakan perubahan besar di semua sisi. Dan secara alami anak-anak perempuan dan anak-anak lelaki dan bahkan mereka yang sebelumnya beraktifitas dengan tanpa hijab, akhirnya cenderung untuk menjaga aturan Islam. Padahal tidak ada seorang pun penyiar atau penulis yang duduk untuk menulis atau mengatakan bahwa hijab itu harus dan wajib. Pemerintahan Islam itu sendiri mendorong masyarakat untuk menjaga nilai-nilai Islam termasuk di bidang masalah hijab. (dalam khutbah salat Jumat, 31/5/1365)

Pakaian Bukan Hijab; Bagian Dari Budaya Barat, Bukan Budaya Kristen

Hijab dan penjagaan yang ada dalam Islam dalam bentuk demikian ini sama sekali tidak ada pada masyarakat Eropa. Mereka senantiasa seperti apa yang ada. Mereka ini juga bukan punya Kristen. Mereka ini punya Eropa. Orang-orang Eropa dengan tradisi abad pertengahan dan kekerasaannya yang sekarang diwarnai dengan modernisasi dikaitkan kepada Kristen. Tidak! Kristen tidak demikian. Kristen juga punya hijab. Punya penjagaan. Hanya saja modelnya lain. Kita tidak menerima logika dan pemikiran terkait pada wanita di Eropa saat ini. Wanita Iran harus menjaga, melindungi dan mempertahankan keaslian dan hakikat terang yang dimilikinya dan milik al-Quran. Insyaallah sukses dan Allah akan membantu kalian dan memberikan taufik-Nya, sehingga kalian bisa mengemban pekerjaan besar dan langkah-langkah yang bernilai ini. (dalam kongres internasional wanita dan revolusi dunia Islam di gedung teater kota, 8/11/1367)

Kebebasan Tak Beraturan; Ancaman Bagi Rumah Tangga dan Perusak Bagi Generasi Mendatang

Ketika lingkungan rumah tangga dalam ancaman -kefasadan seksual dan meluasnya kebebasan seksual tak beraturan di tengah-tengah masyarakat mengancam rumah tangga- ketika lingkungan rumah tangga terancam dan melemah, maka generasi mendatang adalah generasi yang tidak bisa dipercaya. Ketika pilar-pilar rumah tangga melemah, ketika batasan-batasan undang-undang disingkirkan, terjadi kebebasan seksual, ayah dan ibu tidak lagi cenderung pada rumah, maka generasi yang ada akan jatuh dari kesuciannya. Bahaya besar ini juga mengancam generasi mendatang. (dalam khutbah salat Jumat, 18/7/1365)

Kebebasan Tak Beraturan; Tujuan Budaya, Bukan Ekonomi

Meski tujuan ekonomi dalam gerakan konspirasi dan pengkhianatan ini berpengaruh dan konsumerisme yang bersumber dari teladan wanita Eropa keuntungan besarnya mengalir pada kompeni-kompeni Barat, tapi jangan sampai ragu bahwa tujuan asli dan utamanya adalah tujuan budaya yaitu untuk menghancurkan pondasi moral, merusak sistem rumah tangga, menyibukkan generasi muda pada daya tarik seksual dan kesimpulannya adalah menenggelamkan masyarakat pada sebuah comberan yang tidak mudah untuk menyelamatkan diri darinya. (dalam seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat di universitas Tarbiyat Moalem, 10/12/1364)

Kebebasan Tak Beraturan; Sebuah Masalah Politik

Masalah wanita di negara kita dan politik yang dipaksakan oleh para penjajah selama bertahun-tahun di negara ini, seratus persen adalah politik. Imperialis dunia dan para perancang politik dunia mendapatkan dua bentuk keuntungan dengan cara menyeret wanita pada kebebasan tak beraturan; pertama adalah menahan generasi dan jenis wanita dari kesiapan menghadapi dan bergerak secara serius dalam masalah asasi kehidupan dan yang lainnya adalah menjatuhkan pengaruh para lelaki yang ada di tengah-tengah masyarakat dengan mendatangkan wanita ke lapangan. (dalam pertemuan dengan para mahasiswi pusat Tarbiyat Moallem, 12/2/1363)

Strategi Melawan Hijab

Orang-orang yang mencerabut hijab dari kalangan masyarakat dan dengan gigih melakukan perlawanan, betul-betul tahu apa yang harus dilakukannya.

Sebagian strategi sepanjang sejarah bersandar sedemikian rupa pada kepribadian syahwat manusia dan membesarkannya sehingga punya pengaruh dalam semua sisi kehidupannya dan mempengaruhi ilmu, ketakwaan, perasaan manusia dan khayalan-khayalannya yang muluk-muluk. (dalam pertemuan dengan para seniman wanita, 10/3/1363)

Melapas Hijab; Melepas Surga Budaya dan Moral Wanita

Hijab adalah sesuatu yang bisa menjaga dan melindungi karakteristik wanita yang menonjol dalam kehidupan wanita, surga budaya wanita dan surga moral wanita. Tapi ini telah dicerabut. Dari awal sudah jelas apa maksud mereka dari perkara ini, dan itu adalah melepas hijab. (dalam seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat di universitas Tarbiyat Moalem, 10/12/1364) (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami

Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami