Iran: Merebaknya Terorisme Akibat Intervensi Militer Asing
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, keberadaan al-Qaeda dan perluasannya di Afghanistan dan adanya kelompok teroris Daesh (ISIS) di Irak dan Suriah merupakan dampak intervensi militer asing.
Hossein Amir-Abdollahian mengatakan hal itu dalam pertemuan dengan Boubacar Gouro Diall, Duta Besar Mali untuk Iran di Tehran, Selasa (17/1/2017).
Ia menilai kesalahan pendekatan militer dan intervensi asing sebagai peluang bagi tumbuh dan berkembangnya kelompok-kelompok teroris.
Amir-Abdollahian lebih lanjut menyinggung agresi militer Arab Saudi ke Yaman yang menibulkan banyak korban dan membuka peluang bagi meluasnya terorisme.
Ia menjelaskan, keberadaan para teroris di Yaman selatan telah mengancam keamanan perairan internasional.
Asisten Khusus Ali Larijani itu juga menyinggung kunjungan terbaru Issaka Sidibe, Ketua Majelis (Parlemen) Nasional Mali ke Iran.
"Dalam konferensi PUIC (Parliamentary Union of the Organization of Islamic Cooperation) yang akan segera digelar di Mali akan dibicarakan sejumlah isu penting dan isu-isu yang menjadi perhatian dunia Islam, "ujarnya.
Amir-Abdollahian mengungkapkan keyakinan bahwa melalui manajemen yang baik oleh Mali, konferensi PUIC akan membawa pesan penting bagi stabilitas dan keamanan regional dan dunia.
Sementara itu, Dubes Mali untuk Tehran menilai positif kunjungan Ketua Parlemen Nasional Mali ke Iran dan pertemuannya dengan para pejabat tinggi Tehran.
Gouro Diall mengatakan, selain ada hubungan tradisional antara Mali dan Iran, hubungan parlemen juga menempati posisi khusus dalam peningkatan level hubungan kedua negara.
Dubes Mali juga menyinggung transformasi dunia Islam, dan mengatakan, isu Palestina menjadi topik utama dalam kebijakan luar negeri Mali dan negara ini komitmen dengan dukungannya kepada rakyat Palestina.
Menurutnya, ada juga komitmen tentang Palestina di Afrika. (RA)