Iran Pionir Dalam Melawan Senjata Pemusnah Massal
https://parstoday.ir/id/news/iran-i32857-iran_pionir_dalam_melawan_senjata_pemusnah_massal
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araqchi menyatakan, sejarah serangan kimia rezim Baats Saddam, diktator tereksekusi Irak, terhadap warga sipil tidak berdosa di Iran tidak akan pernah terlupakan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Feb 14, 2017 02:44 Asia/Jakarta
  • Araqchi
    Araqchi

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araqchi menyatakan, sejarah serangan kimia rezim Baats Saddam, diktator tereksekusi Irak, terhadap warga sipil tidak berdosa di Iran tidak akan pernah terlupakan.

Hal itu dikemukakan Senin sore (13/02/2017) oleh Araqchi dalam sebuah acara peluncuran buku "Bersama Para Korban Serangan Kimia Iran, 20 tahun Bantuan Internasional" di Tehran dan mengatakan, "Menyusul penggunaan meluas senjata kimia dalam perang yang dipaksakan Irak terhadap Iran, masyarakat internasional menyadari pentingnya penolakan penggunaan senjata tersebut dan telah ditetapkan berbagai konvensi larangan pengembangan, produksi, penyimpanan dan penggunaan senjata kimia."

 

Araqchi mengatakan, "Iran adalah pionir dalam mempersiapkan dan menyusun konvensi tersebut dan termasuk di antara negara-negara paling berpengaruh dan aktif di dunia dalam melawan senjata pemusnah massal khususnya senjata kimia."

 

Pejabat Iran ini menjelaskan, "Keberadaan ribuan syahid dan puluhan ribu korban serangan kimia di Iran telah menciptakan tugas berat di kancah internasional untuk menyampaikan pesan ketertindasan mereka kepada dunia."

 

Araqchi juga menilai produksi dan penggunaan senjata pemusnah massal berasal dari perspektif "bisnis kematian" dengan tujuan mengamankan kepentingan anti-kemanusiaan mereka, seraya mengatakan, "Masyarakat dunia hingga kini belum memahami besarnya penderitaan puluhan ribu korban [senjata kimia] di Iran dan Irak."  

 

Dia berharap para pendukung perdamaian di Iran dan dunia mampu mewujudkan inisiatif untuk menyampaikan pesan perdamaian para korban senjata kimia kepada dunia.(MZ)