Iranphobia Ditebar di Saat Tehran Prioritaskan Perdamaian
-
Rouhani dan Sultan Qaboos
Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan musuh-musuh umum Islam dan negara-negara Arab regional telah menebar Iranophobia sementara kekuatan Tehran selalu demi perdamaian.
"Tehran selalu menjadi penyelesai masalah dan perbedaan melalui dialog, sementara kekuatan militer Iran semata-mata bersifat defensif dan dalam rangka mendukung keamanan regional," kata Rouhani dalam pertemuan dengan Sultan Oman Qaboos bin Said Al Said, di Muscat, Rabu (15/02/2017).
Presiden Iran menekankan bahwa keamanan di kawasan dapat terwujud melalui kerjasama antarnegara regional.
"Oleh karena itu, negara-negara regional harus bersama dan bekerjasama demi stabilitas dan keamanan permanen di kawasan," tambahnya.
Menyinggung Iran dan Oman sebagai "penjaga Selat Hormuz," Rouhani menggarisbawahi peran kedua negara dalam menjaga keamanan kawasan dan rute strategis bagi perdagangan internasional.
Presiden Iran juga menyambut baik perluasan hubungan dengan negara-negara regional.
Rouhani menegaskan Iran selalu mengulurkan bantuan kepada negara-negara regional setiap kali mereka terjerat krisis, termasuk terorisme, dan akan terus memberikan bantuan kepada mereka jika diperlukan.
Presiden Iran juga memaparkan bahwa Muscat-Tehran memiliki hubungan bersahabat dan berakar," serta menyambut peningkatan hubungan di berbagai sektor, termasuk ekonomi, transportasi, energi dan perdagangan.
Menyinggung konflik di kawasan termasuk di Yaman, Presiden Iran menilai situasi di negara miskin Arab itu "sangat kritis" dan menyerukan langkah serius untuk mengatasinya.
"Negara-negara Muslim di kawasan berkewajiban mengambil ... langkah-langkah untuk membantu rakyat tertindas Yaman," kata Rouhani.
Ditandaskannya bahwa gencatan senjata, pengiriman bantuan kemanusiaan dan perundingan intra-Yaman merupakan kunci utama untuk mengakhiri krisis di negara itu.
Di lain pihak, Sultan Qaboos, menyambut baik perluasan hubungan dengan Iran di sektor politik, ekonomi dan budaya.
Dia juga memuji tekad Iran untuk menjalin hubungan bersahabat dengan negara-negara tetangga dan meningkatkan kerjasama regional, seraya mengatakan kebijakan seperti itu akan menguntungkan perdamaian dan keamanan regional.
Sultan Oman menambahkan, negara-negara di kawasan Teluk Persia memiliki "tanggung jawab utama" untuk memulihkan keamanan regional melalui "dialog."
Rouhani tiba di Muscat pada Rabu untuk membahas perluasan hubungan dengan negara Arab Teluk Persia. Setelah bertemu Sultan Qaboos, Rouhani meninggalkan Muscat untuk berdialog dengan para pejabat Kuwait.
(MZ)