Perundingan di Astana Memfasilitasi Dialog Intra-Suriah
-
Hossein Jaberi Ansari
Kepala delegasi Iran untuk perundingan Suriah di Astana, menggarisbawahi pentingnya proses diplomatik di ibukota Kazakhstan itu dan mengatakan perundingan ditujukan memfasilitasi dialog intra-Suriah.
Iran percaya bahwa "tugas yang terpenting dalam perundingan Astana adalah untuk memfasilitasi dialog Suriah-Suriah dengan tujuan mewujudkan perdamaian dan keamanan di Suriah," kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Arab dan Afrika, Hossein Jaberi Ansari, pada konferensi Astana Kamis (16/02/2017).
Upaya yang dilakukan Iran, Suriah dan Turki untuk memediasi perundingan Astana bukan untuk menggeser upaya sebelumnya oleh masyarakat internasional dalam membantu mengakhiri krisis Suriah, melainkan berfungsi sebagai inisiatif tambahan, katanya.
Jaberi Ansari lebih lanjut menegaskan dialog Astana telah "menyiasati langkah-langkah awal dalam rangka menyelesaikan krisis," seraya mendesak upaya proaktif untuk membuahkan proses perdamaian.
"Prestasi besar telah dicapai untuk mengakhiri Suriah krisis" selama dua putaran perundingan Astana, kata diplomat Iran itu.
Ditegaskannya pula komitmen Republik Islam dalam upayanya mengakhiri konflik Suriah, dan menambahkan bahwa Tehran mendukung integritas teritorial dan kedaulatan nasional Suriah serta hak bangsa Arab itu untuk menentukan nasibnya sendiri.
Dia juga mendesak semua kelompok Suriah untuk bergabung dalam pembicaraan damai dengan pemerintah Damaskus.
Putaran kedua perundingan Astana dimulai pada Kamis pagi.(MZ)