Zarif: Jaga Keamanan dengan Korbankan Pihak Lain, tak Realistis
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Iran dalam konferensi keamanan Munich mengatakan, di dunia yang saling tersambung ini, menjaga keamanan dengan mengorbankan keamanan pihak lain adalah langkah yang tidak realistis.
IRNA (19/2) melaporkan, Mohammad Javad Zarif, Menlu Iran, Minggu (19/2) dalam pidatonya di konferensi keamanan Munich ke-53 menilai alasan meluasnya terorisme di Timur Tengah diakibatkan oleh intervensi militer asing termasuk petualangan perang Amerika Serikat.
Zarif menegaskan, krisis-krisis yang terjadi di Timur Tengah termasuk Irak, Bahrain dan Suriah tidak punya solusi militer, dan penyelesaian krisis-krisis itu membutuhkan dialog politik.
Menlu Iran memprotes intervensi asing negara-negara transregional di Timur Tengah dan menuturkan, intervensi-intervensi itu menyebabkan instabilitas di kawasan dan untuk mewujudkan stabilitas di Timur Tengah semua negara kawasan harus bekerjasama.
Menurutnya, Iran siap menghadapi segala bentuk ancaman. Sanksi, katanya, bukan metode terbaik untuk berinteraksi dengan Iran dan solusi terbaik adalah penghormatan timbal balik.
Zarif juga memprotes penyebaran pemikiran teror di kawasan atas nama Islam dan menerangkan, sebuah pemikiran di kawasan yang ingin mengenalkan Iran kepada dunia sebagai negara ekstrem, dari sudut pandang Tehran tertolak dan merupakan faktor instabilitas regional.
Terkait kesepakatan nuklir Iran atau JCPOA, Menlu Iran menjelaskan, senjata nuklir tidak dapat menjamin keamanan sebuah negara, pasalnya sekarang sudah tiba saatnya bagi dunia untuk terbebas dari senjata nuklir.
Menlu Iran menambahkan, membangun kepercayaan, mewujudkan keamanan dan perang melawan terorisme, ekstremisme dan kekerasan adalah kewajiban semua negara dunia, dan penyelenggaraan konferensi keamanan Munich dapat menciptakan kerja sama positif di bidang ini. (HS)