Zarif: Politik Keliru Menimbulkan Ancaman bagi Lingkungan Hidup di Timur Tengah
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif menyatakan, politik keliru telah mengakibatkan desertifikasi, polusi debu dan krisis air di kawasan Timur Tengah.
IRNA melaporkan, Mohammad Javad Zarif pada Jumat (24/02/2017) pada acara pembukaan Pameran Internasional Lingkungan Hidup di Tehran mengatakan, "Salah satu sektor yang dapat menciptakan kepercayaan timbal balik dan semua negara di kawasan tanpa memperhatikan politik mereka, adalah kerjasama di bidang lingkungan hidup."
Zarif menjelaskan, semua negara tetangga Iran harus bersama-sama mengantisipasi berbagai ancaman di masa lalu yang diakibatkan oleh rezim-rezim zalim di kawasan khususnya Saddam dan sejumlah kelompok ekstrimis dan teroris khususnya Daesh terhadap lingkungan hidup, dengan menjalin kerjasama serius, meyakinkan dan urgen.
Ditambahkannya, langkah-langkah itu bukan hanya sebuah urgensi lingkungan hidup melainkan sebuah urgensi politik dan keamanan dan tidak ada isu yang menuntut kerjasama, perenungan dan partisipasi proaktif masyarakat internasional, seperti lingkungan hidup.
Menteri Luar Negeri Iran optimis dalam waktu dekat akan dilaksanakan upaya kolektif di bidang lingkungan hidup, ekonomi, pemberantasan kemiskinan, keamanan, anti-ekstrimisme dan terorisme di dunia.
Pameran Internasional Lingkungan Hidup ke-16 digelar hari ini di Tehran dengan tema "Ekonomi Hijau, Ekonomi Muqawama" yang dihadiri oleh berbagai perusahaan Iran dan 20 perusahaan Jerman, Korsel, Inggris, Belanda, Italia, Denmark, Cina, Swedia, Finlandia, Selandia Baru, Perancis, Jepang, Rusia, Norwegia dan Austria. Pameran akan berlangsung selama empat hari.
Menteri Lingkungan Hidup Italia, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jerman, Direktur Utama Lingkungan Hidup Uni Eropa dan sejumlah lembaga lingkungan hidup serta para dubes dan diplomat asing di Tehran, menghadiri pembukaan pameran tersebut.(MZ)