Peran dan Risalah Wanita; Cara Menghadapi Kebebasan Tak Beraturan (4)
-
Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali khamenei
Ketidaktahuan Sebagian Wanita Yang Berhijab Akan Filsafat Hijab
Ketidaktahuan Sebagian Wanita Yang Berhijab Akan Filsafat Hijab
Saya, di awal-awal masa revolusi dengan jelas memahami bahwa sebagai wanita yang berhijab dan tidak banyak tahu tentang nilai hijab, sebenarnya mereka tidak tahu tentang hukum hijab, filsafat hijab dan faedah hijab. Yakni mereka tidak banyak diberi penjelasan. Tentunya sebagian telah menulis beberapa hal. Kami telah memberikan pesan. Sudah melakukan banyak hal. Sekarang menurut saya juga demikian; khususnya di lingkungan universitas. (dalam pertemuan soal-jawab dengan para kepala pengurus media mahasiswa, 4/12/1377)
Menyodorkan Teori Hijab Kepada Dunia
Bila kita bisa menyodorkan teori Islam dengan bentuk yang bagus kepada dunia, maka suasana keributan yang diciptakan di dunia secara tendensius akan hilang.
Sekarang, lihatlah para cendikiawan negara-negara Islam sedang menuju pada hijab. (dalam khutbah salat Jumat, 9/8/65)
Perlunya Mengenalkan Para Pemudi Akan Pentingnya Hijab
Berbincang-bincanglah dengan media-media wanita, – saat ini di Iran ada beberapa media yang berkaitan dengan wanita – dengan media yang terkenal di lingkungan universitas kalian sendiri, di media-media kalian sendiri, tulislah banyak hal, bagikanlah, tebarkanlah pemikiran di tengah-tengah masyarakat; tentunya dengan argumentasi, dengan logika. Ini adalah sebaik-baiknya cara untuk memenuhi hijab yakni menghadapinya dengan logika. Tentunya bila sesuatu itu sudah menjadi bagian dari peraturan dan seseorang melakukan sebaliknya dari peraturan itu, mungkin ada undang-undang yang dipakai oleh pemerintah untuk menghadapinya dan harus dilakukan. Pada saat yang sama, yang diperlukan secara mendasar dan lebih penting dari segalanya adalah mengenalkan pikiran anak perempuan yang masih muda ini atau wanita muda ini dan kebanyakan mereka memang masih mudah, akan pentingnya hijab. Yakni pahamkanlah bahwa hijab secara syar’i dan secara logika adalah demikian. Jelaskanlah dalam pikirannya tentang argumentasi yang benar terkait menjaga hijab. Kami berharap insyaalah semakin hari semakin baik. (dalam pertemuan soal-jawab dengan para kepala pengurus media mahasiswa, 4/12/1377)
Perlunya Menjelaskan Masalah Hijab Dan Menyebarkannya Di Tengah-Tengah Masyarakat
Bila di tengah-tengah masyarakat kita sendiri, bahkan kita melihat ibu-ibu yang beragama, ahli salat, namun tidak mengetahui masalah hijab dengan jelas. Bahkan mereka yang menggunakan cadur dan hijab dengan baik, namun sisi pentingnya masalah ini bagi mereka tidak jelas. Ini merupakan sebuah kewajiban besar yang ada di pundak kita dimana kita harus menggunakan seluruh fasilitas yang ada. Yang ingin saya sampaikan dan saya usulkan sekarang bisa disimpulkan dalam satu kalimat yaitu kita harus menggunakan seluruh fasilitas karya budaya untuk menjelaskan masalah hijab dan pandangan Islam tentang hubungan wanita dan pria. Ini adalah hal yang penting dan bagian dari masalah-masalah derajat satu dalam pengetahuan saat ini yang akan menyebar di tengah-tengah masyarakat kita. (dalam khutbah salat Jumat, 9/8/1365)
Menggunakan Perangkat Penelitian Dan Pemikiran Untuk Menyebarkan Hijab
Kalian juga harus menggunakan perangkat yang dipakai oleh orang-orang yang kalian maksud untuk melemahkan keyakinan kepada hijab. Yakni kalian harus duduk, serius melakukan penelitian dan memikirkan tetang hijab. Kalian harus membahasnya dari sisi keagamaan misalnya atau menggunakan pembahasan-pembahasan yang sudah ada. Dari sisi sosial; kalian juga harus bersandar pada masalah kualitas hijab ini. Kalian harus menyebarkan pandangan kalian sendiri; katakan apa yang menurut pandangan kalian benar. Jangan sampai khawatir bahwa mereka yang akan datang akan menghilangkan kecenderungan pada hijab dari hati masyarakat. Hijab tidak akan hilang. Tentunya, bila sebuah kekuatan seperti kekuatan Rezakhan [Shah Pahlevi] ada di atasnya atau sebagaimana yang saya dengar di sebagian negara seperti Tunisia; seseorang tidak berhak berhijab di jalan dan yang namanya HAM juga tidak ada sama sekali di sini yang mengatakan, mengapa masyarakat engkau paksa tidak berhijab - orang-orang yang menjadi pengurusnya dalam masalah ini juga hanya menonton dan tidak berbicara apa-apa - pada akhirnya adalah terjadi pelepasan hijab sebagaimana yang terjadi pada masa Rezakhan. Namun, begitu pemaksaan ini dicabut, masyarakat kembali lagi kepada hijab. (dalam pertemuan soal-jawab dengan para kepala pengurus media mahasiswa, 4/12/1377)
Tafsir Yang Benar Akan Hijab Dan Menyodorkan Teladan-Teladan Yang Tepat
Salah satu dari hal-hal yang belum kita pahamkan kepada masyarakat adalah masalah hijab. Padahal sebagai [negara] Republik Islam dan sebagai sistem Wilayat Fakih; sistem wilai. Sekarang pergi ke dalamnya; misalnya hijab dalam peradaban Islam. Hijab dalam Iran kuno. Faktor munculnya kebebasan tak beraturan dan pakaian non hijab masa kini, sangat bagus. Semua ini harus dikaji. Hijab dalam Islamnya adalah hijab dalam al-Quran, hijab dalam hadis-hadisnya; semua ini bagus. Hijab dalam masyarakat Islam. Hijab dan sastra Islam. Berlebihan dalam hijab. Buku-buku yang sudah ditulis, menurut saya adalah judul kedua. Yaitu hijab dalam Islam. Semua topiknya yang telah dipilih, bagus. Judul ketiga, filsafat dan pengaruh hijab. Hijab dan tangung jawab sosial. Hijab dan kesehatan moral masyarakat. Hijab dan kepribadian wanita. kekokohan rumah tangga. Kebebasan wanita. Semuanya ini bagus. Faktor dan kefasadan pakaian non hijab. Peran penjajah. Motivasi dan faktor internal. Kefasadan. Saya katakan, di negara-negara Islam, semua ini. saya katakan, judul kelima; Revolusi Islam dan hijab. Kondisi hijab sebelum revolusi. Peran wanita berhijab setelah kemenangan revolusi. Peran wanita setelah revolusi, atau undang-udang yang ada. Pengaruh revolusi. Semua ini adalah beragam cara untuk menyebarkan budaya Islam, tafsir yang benar akan hijab, menyodorkan teladan-teladan yang tepat. (dalam pertemuan dengan anggota seminar Islam dan Wanita, 22/10/1365)
Hijab; Sebuah Nilai Yang Sesuai Dengan Karakter Manusia
Ketelanjangan dan gerakan menuju percampuran antara dua jenis manusia secara berlebihan adalah gerakan yang tidak wajar dan bertentangan dengan keinginan manusia.
Hijab adalah sebuah nilai yang sesuai dengan karakter manusia. Ketelanjangan dan gerakan menuju percampuran antara dua jenis manusia secara berlebihan dan tersingkapnya mereka di hadapan yang lainnya adalah gerakan yang tidak wajar dan bertentangan dengan naluri manusia. Ajaran suci Islam telah menentukan batasan-batasan untuk hal ini dan orang-orang yang beriman tidak bisa menghadapi hijab demikian. Tentunya mungkin saja ada orang-orang yang tidak tahu apa-apa; mereka harus dikenalkan dengan hijab. (dalam pertemuan soal-jawab dengan para kepala pengurus media mahasiswa, 4/12/1377) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami