Peran dan Risalah Wanita; Cara Menghadapi Kebebasan Tak Beraturan (7, Tamat)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i37126-peran_dan_risalah_wanita_cara_menghadapi_kebebasan_tak_beraturan_(7_tamat)
Nahi Mungkar; Cara Menghadapi Hijab Tak Sempurna
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 05, 2017 11:49 Asia/Jakarta
  • Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Nahi Mungkar; Cara Menghadapi Hijab Tak Sempurna

Anjuran* saya jelas; jagalah hijab dan ini adalah wajib. Saya ingin mengatakan kepada saudara atau saudari yang menulis surat ini, para wanita kita tidak sebagaimana yang kalian katakan bahwa mereka sudah tidak berhijab lagi. Boleh jadi sebagian mengatakan bahwa mata Anda hanya tertuju pada saudari-saudari yang semuanya berhijab. Tidak. Saya terkadang keluar ke jalan khususnya untuk melihat kondisi para pria dan wanita. Tentunya dengan pandangan halal dan bukan [pandangan] haram. Saya tidak melihat sebagaimana yang dibayangkan oleh sebagian orang. Tentu saja ada yang namanya kekurangan; saya juga tidak tahu kabar akan semua sudut dan lingkungan sekitar. Di mana saja ada kondisi seperti ini, caranya adalah nahi mungkar. (dalam pertemuan soal-jawab para mahasiswa universitas Syahid Beheshti, 22/2/1382)

*Mengingat salah satu dari sisi serangan musuh adalah serangan budaya dan merusak para pemuda khususnya para wanita dan mengarahkan perhatian masyarakat pada syahwat dan hawa nasfu dan di sebagian besar masyarakat muslim,  pertama para musuh melucuti masyarakat dengan cara ini dan juga mengingat pada krisis hijab yang ada di tengah-tengah masyarakat saat ini dan bahkan di universitas-universitas, apa tugas masyarakat khususnya para mahasiswa dan organisasi-organisasi Islam di tengah-tengah masyarakat dan di universitas dan apa jalan keluar dan hukum serta anjuran Anda kepada organisasi-organisasi Islam terkait masalah ini?

Nahi Mungkar Dengan Bahasa Yang Bagus

Bekalilah diri kalian, senjatai diri kalian dengan senjata pengetahuan dan argumentasi, kemudian baru masuk ke pusat-pusat kebudayaan dan seni dan menyambut para pemuda. Sambutlah mereka dengan ramah; dengan lembut, dengan akhlak yang baik. Dikatakan, “As-Sunnatu Min Nabiyyihi” tampaknya sebagai penjelasan dari “Mudaratu an-Nasi” bersikap baiklah.  Boleh jadi penampilannya tidak menyenangkan; biarlah tidak menyenangkan. Sebagian dari mereka ini dalam penyambutan hari ini serta kalian, juga bapak Mehmannavas, juga bapak-bapak yang lain, sekarang kalian menyampaikan tentang mereka, ada ibu-ibu yang secara umum disebut sebagai “para wanita yang hijabnya tidak sempurna” mereka juga meneteskan air mata. Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kita tolak? Apakah itu baik? Apakah itu benar? Tidak. Hati terkait pada medan ini. Mencintai tujuan dan ideologi ini? Dia memiliki sebuah kekurangan. Memangnya saya tidak punya kekurangan? Kekurangan dia terlihat. Sementara kekurangan saya berupa batin. Mereka tidak melihatnya. “Berkata, Hai Syeikh, aku adalah sebagaimana yang engkau katakan, apakah dirimu sebagaimana yang engkau tampilkan?” Kita juga punya kekurangan. Dia juga punya kekurangan. Hadapilah dengan pandangan dan dengan kejiwaan ini. Tentunya manusia juga melakukan nahi mungkar. Nahi mungkar dengan bahasa yang bagus, bukan dengan cara mewujudkan kebencian. Oleh karena itu, jalinlah hubungan dengan kalangan mahasiswa. (dalam pertemuan bersama para ulama dan rohaniwan Khorasan Shomali, 19/7/1391)

Upaya Bersama Untuk Menjaga Iffah [Kehormatan Diri] Umum

Para saudara dan saudari harus membantu dalam mewujudkan iffah [kehormatan diri] umum. Para saudari yang sekali lagi juga saya katakan, para saudari yang hijabnya tidak benar. Mereka muslimah, tapi melakukan dosa ini. Karena Allah, karena revolusi, demi bangsa ini, berusahalah dalam kondisi yang sensitif ini, jangan sampai berbuat sesuatu sehingga wajah masyarakat kita menjadi wajah yang bertentangan dengan iffah [kehormatan diri] umum, sebuah wajah yang anti Islam. Para saudara juga demikian. Para saudara juga harus berusaha jangan sampai melanggar jalan iffah. Badan legislatif tentunya lebih bertanggung jawab dari yang lainnya. Tapi kalian; masyarakat jangan sampai membiarkan sendirian badan legislatif. (dalam khutbah salat Jumat, 12/2/1359)

Perlunya Iffah Umum Di Tengah-Tengah Masyarakat Revolusioner

Wahai saudari-saudari yang mulia yang tidak menjaga hijab Islam! Kalian adalah orang-orang yang ikut serta dalam pawai dengan memakai hijab ketika bangsa Iran sibuk berjuang melawan musuh. Kalian telah menunjukkan bahwa kalian percaya pada Islam dan Revolusi Islam dan setia kepadanya. Sekarang revolusi juga membutuhkan kesetiaan kalian. Wahai saudari-saudari pegawai negeri! Wahai orang-orang yang tidak punya penentangan sama sekali terhadap Revolusi Islam! Namun, tidak adanya perhatian akan menjadikan tugas revolusi tidak kalian jaga sebagaimana seharusnya! Imam Khomeini berkata kepada kalian, buatlah lingkungan kantor-kantor pemerintahan, lingkungan masyarakat revolusioner menjadi lingkungan iffah [kehormatan diri] umum. Buatlah, dengan pakaian kalian, dengan ketidakpedulian kalian terhadap perhiasan, dandanan, mode, baju warna warni, sekali lagi musuh merasa bahwa wanita Iran tidak bisa ditaklukkan. (dalam khutbah Jumat, 13/4/1359)

Perhatian Pada Perangkap Konspirasi Imperialis

Ketahuilah, para pemuda; pemuda dan pemudi, sampai saat ini, konspirasi imperialis masih dalam pengintaian. Mereka belum putus asa dari karakter manusia; mereka berpikir bisa bahkan menipu sebuah masyarakat mukmin, menyeretnya pada jurang kekejian dan melalaikannya kembali. Tentunya keimanan dan semangat kemusliman wanita dan pria kita belum dikenal bagi mereka. Mereka tidak tahu betapa dalam dan kuatnya kobaran keimanan di dalam hati masyarakat kita. Namun kita juga harus waspada. Para pria, para wanita, khususnya para pemuda, harus waspada. Jangan sampai tergiur oleh propaganda budaya yang menyesatkan, ketelanjangan yang menimbulkan kefasadan, dan mendorong pada kekejian yang merupakan oleh-oleh kuno Barat dan Amerika untuk bangsa-bangsa dan negara-negara dunia ketiga dan juga untuk orang muslim. Berhati-hatilah. Dengan serangan budaya yang kita miliki anti imperialis dunia, [konspirasi ini] sedikit berhenti. Bila kita kehilangan mental serangan kita terhadap budaya yang menggoda itu, maka mereka akan memulai serangannya. Semakin kita menampakkan kelemahan, maka mereka akan semakin menguat. (dalam pertemuan bersama para wanita, 21/12/1363)   

Menyikapi Akhlak Seksual Yang Mulia; Cara Zionis Dunia Menyusup

Inilah salah satu cara yang dipakai oleh zionis dunia untuk menguasai dan membelenggu bangsa-bangsa; menyebarkan kefasadan dan fahsya [kekejian], mencampur anak-anak perempuan dan lelaki, membebaskan hubungan seksual, menghina akhlak seksual yang mulia. Ini adalah salah satu perangkat politik di dunia yang dipakai oleh imperialis dunia untuk menghancurkan. Bagaimana mungkin, di tengah-tengah sebuah bangsa revolusiner yang para pemudanya sedang berkorban di medan perang dan medan pembangunan, kita akan membolehkan sejumlah orang yang bebas tak beraturan keluar ke jalan-jalan dan menodai semua lingkungan suci dan mulia Islam ini pasca revolusi. Tentu saja hal yang demikian ini tidak mungkin. (dalam khutbah salat Jumat Tehran, 30/1/1364)     

Waspada Pada Konspirasi Musuh Terhadap Hijab

Wahai saudara-saudara dan saudari-saudari! Kalahkanlah musuh! Musuh senantiasa ingin memanfaatkan setiap peristiwa di negara kita. Sekarang, telah terjadi gelombang perhatian dan penyambutan pada hijab Islam dan menjaga iffah [kehormatan diri] melalui pakaian wanita yang rasional dan logis di tengah-tengah masyarakat kita, musuh-musuh sedang melakukan konspirasi. Kita bukan tidak tahu kabar. Mereka berusaha meletakkan antek-antek dan orang-orang yang punya tujuan busuk dan bahkan menggunakan orang-orang yang lugu dan tidak tahu apa-apa di hadapan gelombang kebangkitan umat Islam dan sekarang, semua telah melihat contoh jelasnya di seluruh Iran. Wahai para saudara dan saudari yang jujur, kalian jangan sampai lengah. Wahai hamba-hamba Allah! Wahai para wanita dan pria mukmin dan muslim! Wahai para pelaku salat dan wahai para penyelenggara salat! Bertakwalah kepada Allah! Waspadalah! Kenalilah konspirasi musuh! Kenalilah darurat revolusi! Ketahuilah bahwa menjaga iffah [kehormatan diri] dan kesucian masyarakat serta kesucian diri wanita dan pria di masa-masa sangat sensitif masyarakat revolusioner Iran ini merupakan sebuah darurat dan sebuah kewajiban besar; berusahalah untuk menjaga iffah [kehormatan diri] baik di lingkungan kantor-kantor, juga di lingkungan gang dan jalan dan di lingkungan masyarakat! Saudari-saudari muslimah yang berhijab! Saya menyampaikan terima kasih kepada semua bangsa muslim yang benar-benar ridha akan ucapan saya ini! Saya menyampaikan terima kasih kepada para saudari muslimah yang siap mengikuti perintah Imam Khomeini mau hadir di lingkungan kerja dan di tengah-tengah masyarakat dengan pakaian muslimah dan baju hijab Islam. (dalam khutbah salat Jumat, 13/4/1359) Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan I, Ifaf wa Hejab Dar Sabke Zendegi-e Irani-Eslami Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Udzma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami