Iran Balas AS dengan Langkah yang Sama
-
Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, Amerika Serikat tidak pernah memanfaatkan keunggulan pakta Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan juga pelaksanaan seluruh komitmennya sesuai kesepakatan tersebut, dan bahwa kebijakan baru anti-Iran adalah langkah gegabah.
IRNA melaporkan, hal itu dikemukakan Zarif pada Jumat (19/5/2017) dalam wawancaranya dengan para wartawan terkait perpanjangan penangguhan sanksi anti-Iran oleh pemerintah Amerika Serikat.
Mereaksi bertambahnya nama individu dan perusahaan yang masuk dalam list sanksi itu, Zarif mengatakan, "Pemerintah Amerika Serikat sehari sebelum jatuh tempo, memperpanjang penangguhan sanksi-sanksi akan tetapi melakukan langkah-langkah yang membuat kondisi getir."
Ditambahkannya, Ameriak Serikat di mana sebelumnya harus menyatakan bahwa Iran telah melaksanakan komitmen [sesuai JCPOA], tidak ingin Iran menikmati manfaat semaksimal mungkin dari JCPOA dan menambah jumlah individu dalam list sanksi atas program rudal Republik Islam.
Dijelaskan Zarif, sebagai balasannya, Iran menambahkan sembilan orang dan perusahaan Amerika Serkat dalam list sanksi.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu, bersamaan dengan perpanjangan penangguhan sanksi-sanksi Iran sesuai kesepakatan JCPOA, menambahkan nama tujuh orang dan perusahaan Iran dan asing dalam list sanksi berkaitan dengan program rudal Republik Islam.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Kamis (18/5/2017) mereaksi langkah pemerintah AS itu dengan merilis pernyataan dan mengumumkan penambahan nama individu dan entitas ke dalam list sanksi oleh Republik Islam menyusul langkah sepihak dan ilegal AS itu.(MZ)