Istighfar Pendahuluan Taubat (1)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i38524-istighfar_pendahuluan_taubat_(1)
Bulan Ramadhan, Kesempatan untuk Beristighfar Hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang tidak akan disia-siakan oleh mereka yang salat, mukmin dan hatinya senantiasa terjaga. Saya ingin menjelaskan satu pembahasan yang sesuai dengan bulan Ramadhan secara ringkas sekaligus pengingat buat diri saya sendiri. Pembahasan itu adalah Istighfar.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
May 30, 2017 13:29 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei
    Ayatullah Al-Udzma Sayid Ali Khamenei

Bulan Ramadhan, Kesempatan untuk Beristighfar Hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan merupakan kesempatan yang tidak akan disia-siakan oleh mereka yang salat, mukmin dan hatinya senantiasa terjaga. Saya ingin menjelaskan satu pembahasan yang sesuai dengan bulan Ramadhan secara ringkas sekaligus pengingat buat diri saya sendiri. Pembahasan itu adalah Istighfar.

Satu dari kesempatan untuk beristighfar adalah bulan Ramadhan, sementara bulan Ramadhan hampir berakhir. Bila hari-hari yang tersisa ini juga berakhir dan kita tidak mampu meraih maghfirah dan rahmat ilahi atas dosa dan kesalahan kita, maka yakinlah kita telah merugi. Orang yang benar-benar merugi adalah siapa saja yang tidak mendapat rahmat Allah di bulan ini, sementara satu cara untuk meraih rahmat ilahi adalah istighfar.

Istighfar adalah meminta ampunan dari Allah dan menginginkan ampunan-Nya. Istighfar mendapat banyak penekanan dalam ayat-ayat al-Quran. Kita diminta untuk bertaubat dari dosa-dosa yang dimiliki. Tidak ada orang yang mengaku tidak memiliki dosa. Tentu saja dosa kita manusia biasa berbeda dengan dosa wali Allah dan orang-orang yang dekat dengan-Nya. Imam Ali as juga beristighfar, tapi istighfar beliau berbeda dengan perbuatan yang kita lakukan. Beliau beristighfar untuk sesuatu yang lain.

Kita manusia biasa dalam kehidupan pribadi dan sosial memiliki banyak kesalahan, pelanggaran, dosa dan berani kepada Allah. Untuk itu kita harus beristighfar. Saya ingin menyampaikan satu peringatan pendek dalam beberapa menit terkait masalah ini dalam khutbah kali ini.

Istighfar dalam Ayat dan Riwayat

Pertama, bagian terpenting dari doa-doa yang kita dapatkan dari para Imam Maksum as adalah istighfar. Hal ini menunjukkan urgensi istighfar. Doa Kumail yang kalian baca setiap malam Jumat dan merupakan satu dari doa terbaik yang berasal dari para Imam Maksum as, ketika kita mencermatinya sejak awal hingga akhir doa berisikan istighfar; memohon ampunan dengan gaya bahasa yang berbeda-beda.

Pada awal doa kalian bersumpah dengan nama Allah akan 10 hal. Kepada rahmat-Nya, kekuatan-Nya, jabarut-Nya, kemuliaan-Nya, cahaya-Nya. Kalian bersumpah dengan sepuluh sifat dari sifat-sifat Rubuiyah Allah dengan kekhusyuan dan gaya yang sangat halus, khusus ucapan para Imam Maksum as.

Setelah bersumpah sepuluh kali atas nama Allah, kalian memohon kepada Allah agar mengampuni lima jenis dosa.

اَللَّهُمَّ اغفِر لِیَ الذُّنُوبَ الَّتِی تَهتِکُ العِصَم...

Dosa-dosa yang menyobek tirai perlindungan manusia. Dosa-dosa yang mengubah nikmat. Nikmat yang telah dianugerahkan Allah kepada manusia dapat diubah oleh sebagian perbuatan dosa. Dosa-dosa yang membuat bencana diturunkan Allah kepada manusia. Dosa-dosa yang membuat doa manusia tidak diijabahi oleh Allah Swt.

Perhatikan, bagaimana kesalahan dan pelanggaran dapat memiliki dampak berbahaya dan merugikan bagi manusia. Makanya perlu memohon kepada Allah agar mengampuni kita. Begitu juga dengan doa Abu Hamzah Tsumali dan doa-doa yang lainnya. Ketika kita menyimaknya sebagian besar dari doa-doa ini memohon maghfirah dari Allah.

Ketika menyimak al-Quran secara ringkas saya menemukan banyak ungkapan dari para nabi kepada kaumnya. Kalimat mereka seperti ini

وَ اَنِ استَغفِرّوا رَبَّکُم

Beristighfarlah agar istighfar ini dan permohonan ampunan dapat membuka jalan bagi kebahagiaan kalian.

Langkah pertama adalah istighfar. Istighfar menyebabkan manusia dapat bertaubat. Karena taubat bukan hanya meminta ampunan, tapi taubat adalah kembali dari jalan yang salah. Langkah pertama dari kembali ini adalah manusia meminta ampunan dari Allah Swt. (Saleh Lapadi)

Khutbah Jumat Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Tehran pada 1367 HS

Sumber: Panj Goftar-e Hazrat-e Ayatullah Khamenei dar Bab Esteghfar va Taubeh dar Mah-e Ramezan, Komite Mouzoui, Tir 1393.