Istighfar Pendahuluan Taubat (2)
https://parstoday.ir/id/news/iran-i38822-istighfar_pendahuluan_taubat_(2)
Dampak Sosial Istighfar Sesuai dengan yang disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran dan begitu juga dalam riwayat-riwayat yang saya perhatikan, istighfar dapat menjadi solusi bagi masalah dalam kehidupan manusia.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 03, 2017 18:24 Asia/Jakarta
  • Bulan Ramadhan
    Bulan Ramadhan

Dampak Sosial Istighfar Sesuai dengan yang disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran dan begitu juga dalam riwayat-riwayat yang saya perhatikan, istighfar dapat menjadi solusi bagi masalah dalam kehidupan manusia.

Bila sebuah masyarakat memperhatikan dosa-dosa yang diperbuat, tidak lalai akan dosa dan kesalahan yang dilakukan dan berusaha untuk menutupi dosa dan memperbaikinya serta memohon ampunan dari Allah Swt, maka Allah akan menurunkan berkah kepada masyarakat ini. Dalam banyak ayat seperti dalam surat Hud pada dua atau tiga ayat dan surat Nuh dalam sejumlah ayat disebutkan:

وَ أَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّکُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْکُمْ مَتاعاً حَسَناً

Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu... (QS. 11: 3)

Atau dalam ayat yang lain disebutkan:

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ

Dan (dia berkata), “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu...” (QS. 11: 52)

Disebutkan juga dalam ayat lain:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا  يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَل لَّكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَل لَّكُمْ أَنْهَارًا

Maka aku katakan kepada mereka, “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (QS. 71: 10-12)

Dampak Sosial Dosa

Sebaliknya, dosa merusak kehidupan sosial manusia. Betapa banyak masyarakat yang sejahtera, nyaman, kuat dan mulia, tapi dosa membuat mereka terhina. Dosa membuat mereka kehilangan fasilitas yang dianugerahkan Allah. Dalam banyak ayat al-Quran disebutkan:

فَأَخَذَهُمُ اللَّـهُ بِذُنُوبِهِمْ

... Karena itu Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka... (QS. 3: 11)

Allah menyiksa sebuah masyarakat diakibatkan dosa yang mereka lakukan. Siksaan diturunkan kepada mereka. Ini merupakan pengetahuan pasti dalam makrifat Islam. Bila kita tidak memperhatikan poin penting agama ini, maka perbuatan kita adalah tercela.

Kita harus mengetahui bahwa ketika satu generasi manusia melakukan dosa dan kesalahan dikarenakan lalai, syahwat dan pemahaman yang salah, maka mereka harus menerima akibat kesalahan itu. Satu-satunya solusi untuk masalah ini adalah mereka harus menemukan kesalahannya dan kembali kepada Allah dari dosa tersebut dan bertaubat kepada-Nya. Mereka harus memohon ampunan kepada Allah. Karena permohonan ampun itu dengan sendirinya menyebabkan manusia tersadar.

Ketika dikatakan agar kita senantiasa mengucapkan zikir istighfar, apa maknanya? Artinya kita senantiasa berada dalam kondisi yang sewaktu-waktu dapat berbuat dosa. Karena bila tidak ada dosa, buat apa beristighfar? Ketika dikatakan agar kita setiap harinya membaca zikir untuk meminta ampunan kepada Allah, maknanya setiap harinya kita sewaktu-waktu akan melakukan dosa sejumlah itu atau lebih. Hakikatnya kita senantiasa berada dalam kondisi yang sewaktu-waktu berbuat dosa.

Hal yang menyakitkan bagi sebuah bangsa adalah ketika dosanya menyebabkan pertolongan dan rahmat ilahi ditarik darinya. Di sini masalahnya bukan lagi pribadi. Benar, seseorang dengan dosa yang dilakukannya membuat wajahnya kelam dan merugi. Tapi di sini bukan masalah pribadi. Tentunya masalah pribadi juga bukan masalah kecil. Sangat penting. Semua manusia berusaha agar akhir dari kehidupannya dalam kebaikan dan kebahagiaan. Bila semua ini terjauhkan darinya, maka ketahuilah bahwa tidak ada kerugian yang lebih besar dari ini.

Tapi terkadang yang ingin kita bicarakan lebih penting dari masalah pribadi. Dikarenakan lalai, dosa, sombong dan tidak perhatian yang dilakukan sejumlah orang dari satu masyarakat membuat pertolongan dan rahmat Allah ditarik dari masyarakat tersebut. Masalah ini telah terjadi dalam sejarah. Dalam ayat-ayat al-Quran juga telah disebutkan akan petanda tersebut, dimana akibat dosa sejumlah orang akhirnya masyarakat menjadi celaka. Hal ini juga disebutkan dalam banyak riwayat.

Ketika kita sudah masuk dalam pembahasan ini, saya akan menyebutkan contoh-contohnya, dimana ingatan saya masih menyimpan banyak contoh itu, karena pembahasan akan menjadi sangat panjang dan tidak sesuai dengan khutbah Jumat. Apalagi di hari ini kalian akan melakukan aksi demo. Kalian lelah. Tapi menurut saya masalah ini harus dijelaskan kepada masyarakat. Para penceramah, ulama, orator, di hari-hari bulan ramadhan dan selainnya harus menjelaskan masalah ini kepada masyarakat betapa lalai dari dosa-dosa yang kita lakukan bakal menimbulkan kerugian besar dan bagaimana nasib sebuah bangsa berbalik. Dosa terburuk adalah dosa yang kerugiannya tidak kembali hanya pada manusia. (Saleh Lapadi)

Khutbah Jumat Ayatullah Sayid Ali Khamenei di Tehran pada 1367 HS

Sumber: Panj Goftar-e Hazrat-e Ayatullah Khamenei dar Bab Esteghfar va Taubeh dar Mah-e Ramezan, Komite Mouzoui, Tir 1393.