Amir-Abdollahian: Mimpi Saudi Mengusai Kawasan Tidak akan Terwujud
-
Hossein Amir-Abdollahian, Asisten Khusus Ketua Parlemen RII untuk Urusan Internasional.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Republik Islam Iran untuk Urusan Internasional mengatakan, Arab Saudi bermimpi dan membayangkan bisa menguasai kawasan, namun keinginan ini tidak akan pernah terealisasi.
Hossein Amir-Abdollahin mengatakan hal itu dalam wawancara dengan wartawan IRIB, Selasa (6/6/2017) ketika menyinggung peran Amerika Serikat dalam menciptakan ketegangan terbaru dalam hubungan antara Qatar dan Arab Saudi.
"Pejabat-pejabat AS sedang berupaya untuk memanfaatkan kemampuan dan fasilitas regional, dan mereka meyakini bahwa dengan menciptakan perselisihan di antara negara-negara dan membaginya, mereka akan mampu menciptakan peluang untuk poros AS dan rezim Zionis (Israel)," kata Amir-Abdollahian.
Ia menambahkan, peristiwa terbaru di kawasan menunjukkan bahwa koalisi yang disebut-sebut oleh Raja Arab Saudi dan Presiden AS tidak bertahan bahkan hingga 24 jam, di mana segera setelah pertemuan bersama (KTT Arab-Amerika) berakhir, terdengar suara pemisahan Qatar dan beberapa negara lain dari koalisi tersebut.
Menurutnya, kesalahan-kesalahan yang dilakukan sejumlah negara, bahkan Qatar dan Turki dalam perkembangan regional telah membantu menciptakan perpecahan di kawasan.
Asisten Khusus Ketua Parlemen Iran lebih lanjut menyinggung dampak dan pengaruh ketegangan terbaru dalam hubungan Qatar dengan Arab Saudi terhadap nasib NATO Arab dan kawasan.
"Pembentukan NATO Arab tidak lebih hanya sebuah lelucon, sebab pengalaman terbaru di kawasan terutama dalam agresi Arab Saudi ke Yaman menunjukkkan bahwa koalisi Arab tidak mampu terbentuk dalam kerangka militer," pungkasnya.
Arab Saudi, Bahrain, Uni Emirat Arab dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin pagi. Negara-negara itu menuding Qatar mendukung terorisme, mengintervensi urusan internal negara-negara Arab dan mengancam keamanan nasional serta melindungi teroris. (RA)