Rouhani: Teror di Tehran Perkuat Tekad Iran Berantas Terorisme
-
Hassan Rouhani
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, serangan teror di Tehran akan memperkuat tekad Iran untuk memberantas terorisme regional, ekstremisme dan kekerasan lebih dari sebelumnya.
Hassan Rouhani mengatakan hal itu dalam pesan belasungkawa kepada keluarga korban serangan teror di gedung parlemen Iran dan makam Imam Khomeini di Tehran, ibukota Iran, Rabu (7/6/2017).
"Rakyat Republik Islam Iran akan meruntuhkan setiap konspirasi musuh dengan persatuan dan kekompakan lebih serta dengan struktur keamanannya yang kuat," kata Rouhani seperti dilansir situs informasi kepresidenan Iran.
Ia menambahkan, Iran –sejak sekitar empat dekade terbentuknya Revolusi Islam dan demokrasi religius– telah mewujudkan semua komponen kekuatan nasional.
"Republik Islam Iran hari ini –berkat kepemimpinan brilian Pemimpin Besar Revolusi Islam dan kekuatan serta integrasi pasukan keamanan, pertahanan, intelijen dan polisi– merupakan negara paling aman di jantung kawasan yang penuh gejolak. Partisipasi luar biasa rakyat dalam pemilu juga membuktikan kembali persatuan nasional dan dukungan rakyat," tegasnya.
Rouhani menjelaskan, hal ini wajar bahwa musuh-musuh tidak tahan melihat kebanggaan dan solidaritas kedaulatan, pemerintah dan rakyat Iran ini. Mereka, lanjutnya, berusaha untuk menyembunyikan kegagalan regional, keruntuhan nilai-nilai Islam mereka dan ketidakpuasan di masyarakatnya dengan menyewa dan mendukung elemen-elemen reaksioner dan Takfiri, namun mereka lupa bahwa rakyat Iran berasal dari budaya Asyura.
"Terorisme merupakan masalah global. Persatuan untuk memberantas ektremisme, kekerasan dan terorisme melalui kerjasama regional dan internasional merupakan kebutuhan terpenting masyarakat dunia saat ini," terangnya.
Presiden Iran menegaskan, aparat dan badan-badan serta lembaga keamanan Iran tidak akan berhenti hingga semua anasir dan pendukung nyata dan tersembunyi mereka menjadi jelas
Sebelumnya, serangan kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) di gedung parlemen Iran dan makam Imam Khomeini, pendiri Republik Islam Iran pada Rabu pagi, 7 Juni 2017 merenggut nyawa 12 orang dan melukai 42 lainnya. (RA)