Zarif: Iran Menentang Penggunaan Segala Bentuk Senjata Kimia
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40414-zarif_iran_menentang_penggunaan_segala_bentuk_senjata_kimia
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan prinsip mendasar negara ini atas penentangannya terhadap segala bentuk penggunaan senjata kimia.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Jul 03, 2017 00:06 Asia/Jakarta
  • Mohammad Javad Zarif, Menlu RII (kanan) dan Ahmet Uzumcu, Direktur OPCW
    Mohammad Javad Zarif, Menlu RII (kanan) dan Ahmet Uzumcu, Direktur OPCW

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan prinsip mendasar negara ini atas penentangannya terhadap segala bentuk penggunaan senjata kimia.

Mohammad Javad Zarif menegaskan hal itu dalam pertemuannya dengan Ahmet Uzumcu, Direktur Jenderal Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) di Tehran, ibukota Iran, Minggu (2/7/2017).

"Tidak ada kelompok yang memiliki hak atas penggunaan senjata kimia dalam konflik bersenjata. Namun sayangnya, kelompok teroris Daesh (ISIS) telah menggunakan senjata kimia untuk memerangi pemerintah Suriah," kata Zarif.

Ia menilai Republik Islam sebagai salah satu korban penggunaan senjata kimia oleh rezim Saddam Irak dalam perang yang dipaksakan terhadap Iran selama delapan tahun.

Menlu Iran lebih lanjut menyinggung penggunaan senjata kimia di distrik Khan Shaikhoun Suriah dan menegaskan perlunya inspeksi internasional untuk memverifikasi penggunaaan senjata kimia di distrik ini.


Zarif juga mengumumkan kesiapan Iran untuk bekerjasama dengan OPCW dalam penyelidikan tersebut.

Dirjen OPCW memuji dukungan Iran kepada organisai ini. Uzumcu mengatakan, OPCW sedang menyelidiki penggunaan senjata kimia di Khan Shaikhoun, Suriah.

Dalam serangan kimia yang mencurigakan ke distrik Khan Sheikhoun, selatan Idlib, Suriah pada Selasa, 4 April 2017, lebih dari 100 orang tewas dan sekitar 400 lainnya terluka.

Pasca insiden yang mencurigakan itu, poros Barat-Arab pendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah menuding militer negara ini sebagai pelaku serangan tersebut, namun tudingan itu telah dibantah tegas oleh pemerintah Damaskus. (RA)