Iran Tuntut Penghapusan Ambiguitas Laporan OPCW
-
OPCW
Delegasi Republik Islam Iran untuk Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menekankan penghapusan ambiguitas laporan Komite Pencari Fakta OPCW terkait serangan kimia di distrik Khan Shaikhoun, Suriah.
Seperti dilansir FNA, pertemuan luar biasa Dewan Eksekutif OPCW mengenai Suriah telah digelar untuk mengevaluasi laporan Komite Pencari Fakta organisasi ini terkait penggunaan senjata kimia di disrik Khan Shaikhoun.
Pemberontak Suriah dan kelompok-kelompok teroris pada 4 April 2017 mengklaim bahwa militer Suriah melancarkan serangan kimia ke distrik Khan Shaikhoun, Idlib.
Delegasi Iran untuk OPCW dalam pertemuan di Den Haag, Belanda menegaskan bahwa laporan Komite Pencari Fakta tentang serangan kimia di Khan Shaikhoun memiliki ambiguitas di bagian sumber-sumber, cara memperoleh informasi dan pengambilan sampel serta tidak melakukan pemeriksaan di lokasi serangan ini.
Delegasi Iran berharap penghapusan ambiguitas itu dilakukan dengan bekerjasama dengan pemerintah Suriah. Mereka menjelaskan, serangan rudal Amerika Serikat ke Suriah pada 7 April 2017 dengan dalih penggunaan senjata kimia sama halnya mengabaikan dan mempertanyakan legitimasi dan status OPCW serta bertentangan dengan semua aturan hukum internasional.
Pasca serangan kimia mencurigakan ke distrik Khan Shaikhoun pada 4 April 2017, AS menembakkan 59 rudal Tomahawk ke pangkalan udara al- Shayrat di Provinsi Homs, Suriah pada 7 April 2017.
Serangan tersebut dilancarkan ketika pangkalan udara militer Suriah itu merupakan pusat utama untuk memerangi kelompok teroris Takfiri Daesh (ISIS) dan Front al-Nusra di negara ini. (RA)