Menlu Iran: AS Perlu Kemauan Politik untuk Laksanakan JCPOA
-
Mohammad Javad Zarif, Menlu RII
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, Amerika Serikat memiliki komitmen terendah terhadap perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) dan Washington memerlukan kemauan dan tekad politik untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya di dalam JCPOA.
Mohammad Javad Zarif mengatakan hal itu dalam wawancara dengan The New York Times pada tanggal 20 Juli 2017 ketika ia berkunjung ke AS untuk berpartisipasi dalam pertemuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, namun teks pernyataan itu baru dipublikasi pada Senin (24/7/2017).
Dalam wawancara tersebut, Zarif menjelaskan, JCPOA merupakan kesepakatan mutilateral dan bukan perjanjian bilateral antara Iran dan AS.
"Masyarakat internasional meyakini bahwa JCPOA merupakan kesepakatan yang sukses dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. (Namun) Pemerintah baru AS belum melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk melaksanakan komitmennya dalam JCPOA," ujarnya.
Menlu Iran menegaskan, semua pihak harus berusaha melaksanakan JCPOA dengan itikad baik, di mana hal ini menguntungkan semua pihak.
Zarif dalam wawancara dengan media-media Amerika menyebut klaim-klaim pemerintah baru AS sebagai pengulangan dan tanpa ada realitas.
"Sayangnya, AS telah sejak lama memiliki kebijakan permusuhan terhadap Republik Islam Iran, dan pemerintah baru negara ini sedang menindaklanjuti kebijakan yang lebih agresif dari sebelumnya," pungkasnya. (RA)