Penghormatan Luar Biasa Rasulullah Saw Kepada Putrinya Yang Masih Muda
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41768-penghormatan_luar_biasa_rasulullah_saw_kepada_putrinya_yang_masih_muda
Penghormatan luar biasa Rasulullah Saw kepada putrinya menunjukkan dalamnya keagungan pribadi putrinya ini.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jul 27, 2017 14:16 Asia/Jakarta
  • Rahbar Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei
    Rahbar Ayatullah al-Uzhma Sayid Ali Khamenei

Penghormatan luar biasa Rasulullah Saw kepada putrinya menunjukkan dalamnya keagungan pribadi putrinya ini.

Di dalam riwayat disebutkan bahwa setiap kali Rasulullah Saw mau bepergian, pertama beliau pamitan kepada Sayidah Fathimah as dan ketika kembali dari bepergian, orang pertama yang beliau temui adalah Sayidah Fathimah as. Rasulullah Saw sangat menghormati putrinya yang saat itu adalah seorang wanita muda dan ini merupakan sesuatu yang luar biasa bagi orang-orang yang melihatnya. (dalam khutbah salat Jumat, 4/11/1364)

Sayidah Fathimah as, Orang Tersayang Di Sisi Rasulullah Saw

Beliau begitu tersayang di sisi Rasulullah Saw, sehingga setiap kali Rasulullah Saw ingin keluar bepergian, orang yang terakhir dipamiti dan dicium wajahnya adalah Sayidah Fathiah as. Ketika kembali dari bepergian, orang yang pertama dijumpai dan dicium wajahnya adalah Sayidah Fathimah as. Yakni Sayidah Fathimah as adalah orang yang paling dicintai oleh Rasulullah Saw dari semua makhluk yang ada di alam ini.

Ketika turun ayat:

لَّا تَجْعَلُوا دُعَاءَ الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاءِ بَعْضِكُم بَعْضًا

Yang artinya; janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). (QS. Nur: 63)

Misalnya kalian memanggil sesama yang lain; Ahmad, Taghi, Hasan, maka janganlah memanggil Rasulullah demikian. Panggillah Ya Rasulullah [wahai Rasulullah]. Sebutkan nama Rasulullah dan risalah ilahi. Mengingat orang-orang muslim terkadang memanggil Ya Abalqasim, terkadang memanggil Ya Muhammad. Mereka menyebut namanya atau julukannya. Maka sejak saat itu mereka harus memanggil Ya Rasulullah. Ketika ayat ini turun dan Rasulullah Saw membacanya, dan orang-orang muslim di masjid mendengarnya. Kemudian beliau pulang ke rumah, Sayidah Fathimah datang dan mengucapkan, “Ya Rasulullah, salamun alaikum.” Rasulullah Saw memeluknya dan mengatakan, “Ini bukan untukmu. Katakan kepadamu, wahai ayah. Ini akan menenangkan hatiku. Ini akan membuatku merasa nikmat. Inilah Sayidah Fathimah as yang tersayang di sisi Rasulullah Saw.” (dalam pertemuan dengan para wanita, 21/12/1363)

Pernikahan Fathimah as

Pernikahan Putri Orang Pertama Dunia Islam

Di masa pasca hijrah dan di awal usia taklif, Fathimah Zahra as menikah dengan Ali bin Abi Thalib as. Maharnya Fathimah Zahra. Jahiziyehnya [perabot rumah bawaan pengantin wanita]. Mungkin kalian semua tahu bahwa Fathimah Zahra as adalah putri orang pertama dunia Islam dan ayahnya adalah pemimpin masyarakat, tapi beliau begitu sederhana dan bergaya miskin menjalani pernikahannya. (dalam pertemuan dengan para wanita, 25/9/1371)

Jahiziyeh Yang Membanggakan

Jahiziyeh Fathimah Zahra as sedemikian rupa sehingga mungkin dua orang saja bisa mengangkatnya dari rumah ini ke rumah itu. lihatlah, inilah yang namanya kebanggaan. Inilah yang namanya nilai. Apakah Rasulullah Saw tidak bisa menyediakan jahiziyeh yang mewah? Bila Rasulullah Saw memberikan isyarat, maka orang-orang muslim di sekitarnya yang juga orang-orang kaya, punya uang, dan beliau meminta kepada Allah agar mereka datang dan memberikan sebuah hadiah, memberikan sebuah bantuan, namun beliau tidak melakukannya. Mengapa beliau tidak melakukannya? Tujuannya adalah agar saya dan kalian belajar. Apa gunanya bila kita duduk dan membicarakannya dan kita senang, tapi kita tidak belajar darinya? Kita tidak menggunakannya. Resep dokter jangan hanya diletakkan di atas, lalu dipandang. Tapi harus diamalkan supaya mendapatkan manfaatnya. Makanan diet adalah kesehatan masyarakat, kesehatan keluarga, harus diamalkan. Lakukan [pernikahan] secara sederhana. (dalam acara khutbah nikah, 5/8/1375)

Jahiziyeh Pengantin Terbaik Di Alam

Lihatlah pada putri Rasulullah Saw; sebaik-baiknya putri di dunia adalah Fathimah Zahra as. Sebaik-baiknya wanita sejak awal sampai akhir adalah Fathimah Zahra as. Tidak pernah ada seorang anak perempuan dan wanita sebaik itu, semulia itu dan seagung itu. Semua wanita di alam di hadapannya bak para pelayan. Bak  partikel di hadapan matahari yang terang. Suaminya juga Amirul Mukminin as, sebaik-baiknya lelaki di alam. Bila kita kumpulkan semua keutamaan dan kemuliaannya, maka semua lelaki di alam tidak akan sampai meski hanya pada kukunya saja. Dua simbol keagungan. Simbol keindahan dan keutamaan. Keduanya menikah. Jahiziyehnya hanya beberapa barang yang murah dan tertulis dan tercatat dalam buku-buku; satu buah tikar, satu buah washlap dari serat kurma, satu buah kasur dan satu buah penggilingan, satu buah kendi, satu buang mangkok. Semuanya bila dikalkulasikan dengan uang toman, belum ketahuan berapa ribu toman. Maharnya diambil dari Amirul Mukminin dan dibelikan jahiziyeh sedikit dan dibawah ke rumah suaminya. Tentunya kami tidak mengatakan, anak-anak perempuan hendaknya mengambil jahiziyeh seperti Fathimah Zahra as. Bukan hanya anak-anak perempuan kita tidak seperti Fathimah Zahra as, tapi kita juga tidak seperti ayah beliau, juga anak-anak lelaki kita tidak seperti Amirul Mukminin; suaminya Fathimah Zahra as. Siapa kita dan siapa mereka? Jauh berbeda seperti bumi sampai ke langit. Tapi jelas bahwa jalannya adalah jalan tersebut. Arahnya adalah arah tersebut. Ambillah jahiziyeh sedikit. Jangan melihat ini dan itu. Jangan mengeluarkan biaya banyak. Jangan persulit untuk mereka yang tidak punya. (dalam acara khutbah nikah, 2/9/1378)

Teladan Pernikahan Dalam Keluarga Rasulullah Saw

Sebaik-baiknya anak perempuan di alam adalah Sayidah Fathimah as. Sebaik-baik anak lelaki di alam dan sebaik-baiknya menantu lelaki adalah Amirul Mukminin as. Lihatlah bagaimana mereka menikah? Ribuan pemuda tampan dan dengan keturunan terhormat dan kuat serta populer tidak sampai pada nilai satu biji rambut Ali bin Abi Thalib. Ribuan anak perempuan cantik, dan dengan keturunan terhormat, tidak sampai pada nilai satu biji rambutnya Sayidah Fathimah as. Mereka yang mencapai kedudukan tersebut dari sisi spiritual dan ilahi, juga sebagai pembesar zamannya sendiri. Beliau adalah putri Rasulullah Saw; pemimpin umat Islam, penguasa mutlak. Dia juga komandan derajat pertama Islam. Lihatlah bagaimana mereka menikah. Bagaimana dengan mahar sedikit. Bagaimana dengan jahiziyeh sedikit. Semuanya dengan nama Allah dan dengan mengingat-Nya. Mereka ini adalah teladan bagi kita. Di zaman itu juga ada orang-orang bodoh yang mahar anak perempuannya juga sangat besar. Misalnya seribu onta. Apakah mereka lebih tinggi dari putri Rasulullah Saw? Jangan mengikuti mereka. Ikutilah putri Rasulullah Saw. ikutilah Amirul Mukminin. (dalam acara khutbah nikah, 22/8/1376)

Ajaran Fathimah as Sebagai Istri

Kehidupan Secara Zuhud Dan Menjadi Istri Yang Penuh Perjuangan

Kondisi kehidupan Sayidah fathimah as dari segi kesederhanaan acara pernikahan dan kehidupan beliau setelahnya. Kehidupan gaya miskin dan secara zuhud, kamarnya yang sederhana, alas duduknya yang tentunya kalian telah mendengarnya. Pekerjaan di rumah, dari sisi lain usahanya yang banyak dan bersabar dalam menghadapi suami seperti Amirul Mukminin yang selama hidupnya sibuk bekerja dan beraktivitas. Yakni perang apapun, Ali bin Abi Thalib selalu berada paling depan. Pekerjaan penting apapun, Ali bin Abi Thalib selalu yang terdepan. Mereka hidup bersama sekitar selama sepuluh tahun. Kalian perhatikan? Selama sepuluh tahun ini lihatlah, sampai di mana suami muda ini bisa memenuhi kebutuhan istri dan anaknya dari sisi kemanusiaan dan kebiasaan. Bersabar dalam menghadapi kehidupan seperti ini. Bersabar dalam menghadapi kemiskinan dan kesulitan, melakukan perjuangan yang besar itu dan mendidik anak-anak sedemikian rupa dan pengorbanan besar yang dilakukan oleh Sayidah Fathimah as dan kalian mendengarkan sebagian darinya. Semuanya adalah teladan. Anak-anak perempuan kita harus menjadikan Fathimah as sebagai teladan. Anak-anak lelaki kita juga harus menjadikan Sayidah fathimah dan Amirul Mukminin as sebagai teladan. (Emi Nur Hayati)

Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami