Imam Khomeini Space Center Dibuka dengan Peluncuran Satelit
-
Imam Khomeini Space Center dan Peluncuran Simorgh
Imam Khomeini Space Center secara resmi dibuka menjelang peringatan kelahiran Imam Ali Ridha as, Imam Suci Kedelapan Ahlul Bait as.
Pembukaan pusat ini ditandai dengan peluncuran pembawa satelit Simorgh buatan dalam negeri, yang misinya menempatkan satelit Republik Islam Iran ke orbit.
Seperti dilansir IRIB, Kamis (27/7/2017), Imam Khomeini Space Center yang merupakan pusat landasan permanen pertama Iran bertanggung jawab atas semua tahap persiapan, peluncuran, kontrol dan pengarahan atau kemudi satelit.
Pembawa satelit Simorgh mampu menempatkan satelit seberat 250 kilogram di orbit sekitar 500 kilometer di atas permukaan bumi.
Imam Khomeini Space Center selaras dengan standar terbaru internasional dan setelah tahap akhir pengembangannya, pusat ini akan dapat memenuhi semua kebutuhan Iran di Orbit Bumi Rendah (LEO).
Pada bulan Desember 2016, Mahmoud Vaezi, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Iran mengatakan, Iran telah merencanakan mengirim satelit baru buatan dalam negeri ke luar angkasa pada tahun kalender Iran yang lalu (yang berakhir pada tanggal 20 Maret 2017).
Ia menambahkan, Iran juga berencana untuk mengirim dua satelit ke luar angkasa pada akhir tahun kalender Iran berikutnya (yang berakhir pada 20 Maret 2018).
Menurutnya, ketiga satelit tersebut telah diproduksi oleh para ahli muda Iran di pusat-pusat penelitian di negara ini.
Iran telah meluncurkan satelit buatan dalam negeri pertamanya, Omid (harapan), pada tahun 2009. Negara ini juga mengirimkan bio kapsul berisi makhluk hidup ke luar angkasa pada bulan Februari 2010 dengan menggunakan pembawa Kavoshgar-3 (Penjelajah -3).
Selain itu, Republik Islam juga menempatkan Satelit Fajr (Fajar) buatan dalam negeri ke orbit pada bulan Februari 2015. Satelit ini mampu mengambil dan mentransmisikan gambar berkualitas tinggi dan akurat ke stasiun-stasiun di bumi. (RA)