Peluncuran Roket Satelit Simorgh, Bukti Kekuatan Iptek Iran
Satu kesuksesan lain kali ini dicatatkan Iran dengan mengoperasikan Pusat Antariksa Internasional Imam Khomeini.
Pusat Antariksa Nasional Imam Khomeini dibuka secara resmi pada Kamis (27/7) dan tidak lama setelah dioperasikan, langsung melakukan uji coba peluncuran roket pembawa satelit, Simorgh dengan sukses. Pusat Antariksa Nasional Imam Khomeini adalah pangkalan peluncuran satelit permanen Iran yang pertama dan merupakan sebuah kompleks besar yang memungkinkan dilakukannya seluruh tahap peluncuran mulai dari tahap persiapan, peluncuran, kontrol hingga pengarahan satelit.
Dari segi teknologi, pusat antariksa ini dirancang sesuai dengan standar dunia terkini. Kesuksesan Iran ini adalah lompatan di bidang peluncuran satelit ke luar angkasa. Beberapa tahun sebelumnya, Iran juga berhasil meluncurkan tiga satelit untuk keperluan riset, Nahid, Omid dan Rasad.
Kesuksesan terbaru Iran di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa merupakan elemen kekuatan nasional negara itu. Hari ini, kekuatan ilmu pengetahuan adalah salah satu komponen kekuatan yang berusaha diraih Iran di tengah himpitan sanksi menindas Barat terutama Amerika Serikat. Pengoperasian pusat peluncuran satelit permanen pertama Iran dapat dinilai sebagai puncak kekuatan dan kemuliaan nasional bangsa Iran yang diwujudkan dengan bersandar pada kemampuan dalam negeri.
Abad ini adalah abad iptek. Tidak lagi seperti dahulu, ketika komponen kekuatan sebuah negara hanya terbatas pada kekuatan militer. Sekarang kekuatan sebuah negara diukur dari keseluruhan kemampuannya di berbagai bidang berbeda. Keunggulan iptek, pengaruh dan perhatian luas dunia serta kemajuan Iran berkat kemampuan dalam negeri, semakin menunjukkan kekuatan negara ini di level global.
Kesuksesan di bidang iptek, dapat dimaknai sebagai sebuah langkah maju di bidang-bidang yang lain dan memiliki pengaruh multidimensi. Terkait hal ini, Hassan Rouhani, Presiden Iran setelah acara pembukaan Pusat Antariksa Nasional Imam Khomeini menegaskan, hari ini ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa bagi Iran menjadi sesuatu yang sangat urgen, dan semakin kemampuan serta kekuatan Iran di bidang iptek meningkat, maka kekuatan dan kemuliaan negara ini juga ikut meningkat.
Kesuksesan baru Iran di bidang antariksa membuktikan slogan "kami bisa". Para ilmuwan Iran dengan bertumpu pada kepercayaan diri dan kerja keras di era pasca kemenangan Revolusi Islam Iran membuktikan slogan "kami bisa" di tengah tekanan ekonomi dan sanksi. Sekarang slogan asasi dan strategis ini menjadi sumber ragam komponen kekuatan Iran di bidang ilmu pengetahuan, kedokteran, militer dan bidang-bidang lainnya.
Bersamaan dengan kesuksesan baru Iran yang ditandai dengan peluncuran roket pembawa satelit, Simorgh, Senat Amerika Serikat mengesahkan draf penjatuhan sanksi atas Iran yang sebelumnya sudah disahkan DPR negara itu. Di sisi lain, Kementerian Luar Negeri Amerika juga mereaksi peluncuran roket pembawa satelit Simorgh dan mengatakan, langkah Iran ini melanggar semangat JCPOA dan resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB.
Klaim Amerika itu bertentangan dengan realitas. Pasalnya, JCPOA bukan benteng penghalang kemajuan ilmu pengetahuan bagi Iran, selain itu, resolusi DK PBB tidak pernah melarang Iran meluncurkan satelit ke luar angkasa. Amerikalah yang selalu menggunakan berbagai dalih dan klaim tidak berdasar untuk melanggar kesepakatan nuklir Iran.
Sehubungan dengan hal ini, Direktur Institut Internasional untuk Kajian-kajian Strategis, IISS di Amerika, Kamis (27/7) menegaskan, Donald Trump menyampaikan sejumlah dalih untuk menuduh Iran melanggar JCPOA, tapi tidak berdasar. (HS)