Kekompakan Rakyat dan Pemerintah Iran dalam Menghadapi Musuh
https://parstoday.ir/id/news/iran-i41956-kekompakan_rakyat_dan_pemerintah_iran_dalam_menghadapi_musuh
Kepala Lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif Republik Islam Iran dalam sebuah pertemuan membicarakan isu-isu terpenting negara dan kawasan.
(last modified 2026-04-28T13:34:36+00:00 )
Jul 31, 2017 11:33 Asia/Jakarta

Kepala Lembaga Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif Republik Islam Iran dalam sebuah pertemuan membicarakan isu-isu terpenting negara dan kawasan.

Hassan Rouhani, Presiden Iran di akhir pertemuan tersebut pada Minggu, 30 Juli 2017 mengatakan, dalam pertemuan ini telah dibahas mengenai persatuan dan kekompakan lebih di antara tiga lembaga pemerintah dan semua pihak yang berusaha memberikan pelayanan terkait hal ini.

Presiden Iran juga menyinggung kebijakan Amerika Serikat yang melanjutkan langkah-langkah anti-Iran. Ia menjelaskan, sanksi-sanksi terbaru AS dan langkah yang harus diambil untuk menanggapi dan membalas sanksi-sanksi ini telah dibicarakan dalam pertemuan tersebut. Rouhani menegaskan, hari ini Iran berada dalam posisi, di mana tidak seorangpun mampu merusak kebesarannya.

Hari ini, kata Presiden Iran, ada persatuan dan kekompakan di antara tiga lembaga pemerintah dan elemen-elemen lain pemerintahan di bawah pengawasan Pemimpin Besar Revolusi Islam. Semua lembaga, lanjutnya, akan mendukung Angkatan Bersenjata Iran yang merupakan pendukung pemerintahan ini dan tidak ada seorang pun yang mampu membuat kerugian terhadap kekuatan Angkatan Bersenjata kami.

AS memahami dengan baik bahwa persatuan dan kekompakan merupakan kunci kemenangan Iran di semua bidang. Persatuan ini, dari satu sisi terwujud  di antara rakyat Iran dari semua etnis, budaya, agama serta bahasa, dan dari sisi lain, selalu menjadi penekanan oleh para pejabat pemerintahan Republik Islam.

Penggabungan dua komponen persatuan tersebut membentuk kekuatan lunak Iran dalam menghadapi berbagai konspirasi musuh. Efisiensi unsur-unsur penting ini telah terbukti di bagian menentukan dalam sejarah 40 tahun pemerintahan Republik Islam seperti di masa perang yang dipaksakan rezim Saddam Irak terhadap Iran selama delapan tahun, peralihan masa sulit sanksi dan realisasi hak-hak rakyat Iran di bidang nuklir.

Pasca tercapainya perjanjian nuklir yang terangkum dalam JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif), AS memulai fase baru permusuhannya terhadap Iran. Para pejabat Gedung Putih berusaha merusak persatuan dan kepercayaan antara rakyat dan pemerintah Iran dengan cara mempengaruhi pemikiran masyarakat dan menggambarkan adanya perpecahan di kalangan para pejabat Tehran.

Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam dalam pertemuan dengan kepala lembaga-lembaga tinggi negara dan para pejabat pemerintahan pada Juni 2017 menyinggung tindakan-tindakan konyol AS pasca pemilu presiden Iran dan penambahan sanksi serta "pemukulan genderang permusuhannya" terhadap negara ini.

Rahbar menuturkan, untuk menghadapi permusuhan-permusuhan ini, harus diciptakan suasana baru dalam kerjasama, pekerjaaan dan upaya untuk mencapai tujuan bersama; yaitu kemajuan negara, di mana semua harus berkontribusi dan menjadi mitra dalam hal ini.

Ayatullah Khamenei menyebut "upaya dan perlawanan" sebagai keharusan untuk merealisasikan tujuan dan untuk menundukkan musuh. Beliau mengatakan, semua pihak harus membantu para pejabat negara, dan para pejabat pemerintahan sendiri juga harus bekerjasama dengan rakyat di berbagai bidang dengan tetap mempertimbangkan keadaan mereka.

Sekarang adalah saatnya untuk kembali mewujudkan empati dan kekompakan, dan penegasan bahwa rakyat dan pemerintahan Republik Islam hari ini lebih kuat, kompak dan konsisten dari sebelumnya dalam menghadapi konspirasi AS.

Tidak diragukan lagi, penggunaan pengalaman dalam menghadapi konspirasi AS, sikap tidak meremehkan segala bentuk ancaman dan mengatur peluang dan ancaman merupakan hal penting dan tidak boleh melewatinya begitu saja. Pertemuan tiga kepala lembaga negara menegaskan kembali poin tersebut. (RA)