Antusias Dunia Sambut Pelantikan Presiden Iran
Kehadiran delegasi dari 92 negara dunia dan 9 perwakilan lembaga internasional dan regional pada upacara pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani, merupakan bukti atas interaksi luas dunia dengan Iran sebagai sebuah negara penting di kawasan, yang menikmati keamanan dan stabilitas.
Upacara pelantikan Presiden Rouhani akan dilakukan di gedung Parlemen Iran pada Sabtu (5/8/2017) sore. Acara ini akan dihadiri oleh para pejabat tinggi negara dan sejumlah delegasi tingkat tinggi dari 92 negara dunia. Pelantikan Presiden Iran dilakukan setelah memperoleh pengukuhan dari Pemimpin Besar Revolusi Islam.
Berdasarkan Pasal 121 Konstitusi Republik Islam Iran, Presiden Iran harus mengucapkan sumpah dalam sebuah upacara di hadapan kepala kehakiman dan anggota Dewan Garda Konstitusi, di mana ia akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk melaksanakan tanggung jawab sebagai presiden.
Kehadiran para tamu asing menunjukkan keinginan mereka untuk berinteraksi dengan Iran. Negara-negara dunia mengakui peran efektif Republik Islam dalam percaturan global.
Iran menyusun prinsipnya atas dasar sikap saling menghormati dan interaksi konstruktif dalam berurusan dengan dunia. Selain membangun interaksi yang rasional dengan dunia, Tehran juga menolak sistem hegemoni dan mendukung bangsa-bangsa tertindas di dunia.
Dengan kata lain, partisipasi aktif Iran di kancah internasional merupakan sebuah keterlibatan yang tidak hanya mengejar hubungan sepihak.
Perdamaian, persahabatan, keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan umat manusia merupakan pesan Iran kepada dunia. Dalam konteks ini, Republik Islam membangun kerjasama dengan dunia dan menolak tunduk di hadapan arogansi dan tekanan musuh.
Oleh karena itu, Presiden Rouhani dalam upacara pengukuhannya pada Kamis lalu, mengatakan pemerintah Republik Islam meski harus membayar mahal independensi negara karena menjaga kemuliaan, namun sampai kapanpun tidak akan pernah menerima pemaksaan musuh agar negara ini terisolasi.
Iran dengan prinsip dasar dan persahabatan, telah memperlihatkan itikad baiknnya kepada dunia untuk bekerjasama dan terlibat aktif, seperti yang dilakukan dalam perundingan nuklir.
Kehadiran delegasi asing ke Tehran juga merupakan bukti atas itikad baik Iran dan kebohongan klaim beberapa negara termasuk Amerika Serikat untuk memperkenalkan Iran sebagai sebuah negara perusuh.
Oleh sebab itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi mengatakan, Republik Islam akan menjulurkan tangan persahabatan kepada semua pihak yang memiliki itikad baik. (RM)