Mengurus Keluarga Dan Tempat Rujukan Masyarakat
-
Rahbar Ayatullah Al-uzhma Sayid Ali Khamenei
Kehidupan Fathimah Zahra as dari segala sisi penuh dengan kerja, usaha, kesempurnaan dan ketinggian jiwa seorang manusia.
Suaminya yang masih muda senantiasa berada di medan perang. Kesulitan lingkungan dan kehidupan menjadikan Fathimah Zahra as sebagai tempat rujukan masyarakat dan kaum muslimin. Putri Rasulullah Saw dalam kondisi seperti ini menangani kehidupan dengan penuh kebanggaan. Mendidik anak-anak seperti Hasan, Husein dan Zainab. Mengabdi kepada suami seperti Ali as. Menarik keridhaan ayah seperti Rasulullah. Di masa-masa adanya penaklukan dan ghanimah terbuka, putri Rasulullah Saw ini tidak memberikan jalan pada dirinya sedikitpun akan kelezatan duniawi, kemewahan dan segala sesuatu yang menjadi perhatian hati para anak perempuan dan wanita. (dalam pertemuan dengan para wanita, 25/9/1371)
Wanita Luar Biasa Dalam Posisi Sebagai Istri dan Ibu
Beliau adalah seorang wanita teladan dalam bidang menjalani kewajiban sebagai wanita, sebagai istri, sebagai ibu, mendidik anak, melayani dan menyayangi suami. Berdasarkan riwayat yang dinukil tentang beliau terkait ucapannya kepada Amirul Mukminin menunjukkan akan kekhusyuan dan ketawadhuannya serta ketaatannya di hadapan Amirul Mukminin. Kemudian terkait mendidik anak-anak; seorang anak seperti Imam Hasan, seorang anak seperti Imam Husein dan seorang anak seperti Sayidah Zainab menunjukkan keagungan dan ketinggian seorang wanita teladan dalam menjalankan kewajiban seorang wanita, pendidikan seorang wanita dan semua kumpulan yang berharga dan luar biasa ini hanya dalam usia selama delapan belas tahun. Seorang wanita muda delapan-sembilan belas tahun dengan semua posisi spiritual, akhlak dan perilakunya ini; bila unsur semacam ini, orang semacam ini ada di setiap komunitas masyarakat, di setiap sejarah, di setiap bangsa, maka akan menjadi sumber kebanggaan dan kita tidak punya padanan beliau ini. (dalam pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait Rasulullah Saw, 13/3/1389)
Ibu Yang Luar Biasa dan Teladan
Sisi keibuan nyonya ini, luar biasa dan teladan. Pendidikan dua putra beliau yang merupakan dua maksum dan dua orang besar, yakni Imam Hasan dan Imam Husein as mustahil terpisah dari kepribadian ibunya. Terkait dengan putrinya, misalnya keagungan kepribadian Sayidah Zainab bisa kita ambil dari ibunya dan kepribadian wanita Iran harus demikian dan semua wanita dunia harus bergerak menuju nilai-nilai seperti ini. (dalam pertemuan dengan para wanita, 21/12/1363)
Pendidikan Sebaik-baiknya Anak Di Alam
Beliau mendidik beberapa anak; dua putranya yaitu Imam Hasan dan Imam Husein as yang merupakan Sayyidu Syababi Ahlil Jannah [penghulu para pemuda ahli surga]. Dua imam besar, dua maksum didikan ibu ini. Kesabaran Imam Hasan as. Ketabahan dan pemikiran Imam Hasan yang jauh ke depan, pengorbanan Imam Hasan tidak mungkin terpisah dari dari kejiwaan dan pendidikan serta karakter ibunya. Semua ini dipelajari dari ibunya. Belajar darinya. Mereka juga sebagai murid-muridnya Fathimah Zahra as. Demikian juga dengan putri-putrinya. Baiklah, satu putri atau dua putri atau lebih. Sebagaimana yang disebutkan dalam sejarah berdasarkan perbedaan pendapat; paling tidak Sayidah Zainab as. Sebagian mengatakan bahwa beliau punya dua putri. Mereka adalah Zainab dan Ummu Kulsum as. Sebagian mengatakan bahwa Ummu Kulsum adalah Zainab itu sendiri. Sebagian mengatakan dalam bentuk lain. Bagaimanapun juga, sekarang Zainab yang kalian kenal, wajah itu, penampilan itu, kepribadian yang kalian kenal dari Zainab; lihatlah betapa agungnya pribadi ini. Dari semua sisi pribadi ini adalah hasil didikan ibunya. Yakni seorang ibu dengan semua keistimewaannya dan pada saat yang sama adalah seorang istri yang baik dan seorang ibu yang baik. Wanita ini adalah seorang muslim. Yakni kalian para wanita dan semua wanita muslim di dunia harus bergerak menuju kepribadian seperti ini dan nilai seperti ini. (dalam pertemuan bersama para wanita, 21/12/1363)
Peran Penting Dalam Mendidik Anak
Di dalam keluarga yang penuh bahaya dan penuh kerepotan ini, Fathimah Zahra memiliki anak dan dia mendidik anak-anaknya dengan cara yang terbaik dan bisa dipahami bahwa pengaruh pendidikan Fathimah Zahra as selama masih hidup pada dua putra dan satu atau dua putrinya berdasarkan perbedaan pendapat dalam riwayat, lebih besar daripada pengaruh pendidikan Amirul Mukminin as karena senantiasa bersama anak-anak ini dan Amirul Mukminin berada dalam safar, sibuk bekerja. Fathimah Zahra telah memberikan pengaruh pada anak-anak. Fathimah Zahra-lah yang mendidik dan menciptakan Husein Karbala dan Zainab Karbala. Pelukan Fathimah Zahra-lah yang menciptakan dan membentuk pribadi-pribadi itu. Ini menunjukkan akan karakter dan akhlak beliau. (dalam seminar peran wanita di tengah-tengah masyarakat di universitas Tarbiyat Moallem, 10/12/1364)
Sayidah Fathimah Zahra as dan Arena Perjuangan Politik Dan Sosial
Fathimah Zahra as Adalah Diamon Bagi Roda Putaran Sejarah Yang Paling Sulit
Di antara semua manusia sepanjang sejarah, Allah telah memilih
امتحنك الله الذي خلقك قبل ان يخلقك فوجدك لما امتحنك صابرة
Medan adalah medan ujian. Medannya bukan perkara kebetulan. Bukan medan pemberian keistimewaan secara sia-sia. Allah Swt tidak akan memberikan keistimewaan kepada seseorang secara sia-sia. Permata ini, kemauan yang kuat ini, semangat yang kuat ini, sifat pemaaf dan perjuangan pada diri Fathimah Zahra inilah yang menjadikan dia sebagai mutiara, dimana semua roda berputar padanya. Roda yang paling sulit harus berputar di atas pilar dan kaidah yang paling sulit. Roda besar sejarah Islam dan ujian yang sulit ini ada di atas pundak Fathimah Zahra as di masa yang pendek itu. Allah telah memilihnya dan dia mampu menyelamatkan umat manusia. Fathimah Zahra adalah malaikat penyelamat manusia dalam sejarah. Oleh karena itulah para imam maksum as sangat menghormatinya dan menunjukkan kekhusyuannya di hadapan beliau. Adakah posisi yang lebih tinggi dari ini? (dalam pertemuan bersama para pembaca kidung Ahlul Bait Rasulullah Saw, 19/7/1377)
Penolong Rasulullah Saw dan Matahari Yang Terang Benderang
Lihatlah keagungan ini; seorang anak kecil datang menolong manusia yang paling agung di masa yang paling sulit. Bukan main-main. Unsur itulah sepanjang sejarah, di masa muda, sampai usia lima belas tahun, enam belas tahun dan delapan belas tahun, sampai akhir usianya, telah mengalami semua posisi spiritual ini dan menjalankan pekerjaan yang besar ini dan semua ini telah memberikan pengaruh pada sejarah Tasyayyu' dan Islam dan sebagai matahari yang terang sampai saat dunia masih ada. Matahari yang terang Zahra yang suci akan tetap memancar. Semua pengaruh ini bersumber dari kehidupan dan karakter seorang muda. (dalam pertemuan bersam para komandan dan pengurus Sepah Pasdarab Revolusi Islam, 26/6/1376) (Emi Nur Hayati)
Sumber: Naghs wa Resalat-e Zan II, Olgou-ye Zan Bargerefteh az bayanat-e Ayatullah al-Uzhma Khamenei, Rahbare Moazzam-e Enghelab-e Eslami