Khatami Sebut Krisis Myanmar Sebagai Tragedi Kemanusiaan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i44319-khatami_sebut_krisis_myanmar_sebagai_tragedi_kemanusiaan
Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Ahmad Khatami, menilai pembantaian Muslim di Myanmar sebagai sebuah tragedi kemanusiaan dan mengatakan, rezim Zionis Israel berada di balik pembantaian dan pengungsian ratusan ribu Muslim Myanmar.
(last modified 2026-04-24T16:42:03+00:00 )
Sep 15, 2017 15:36 Asia/Jakarta
  • Ayatullah Khatami
    Ayatullah Khatami

Khatib shalat Jumat Tehran, Ayatullah Ahmad Khatami, menilai pembantaian Muslim di Myanmar sebagai sebuah tragedi kemanusiaan dan mengatakan, rezim Zionis Israel berada di balik pembantaian dan pengungsian ratusan ribu Muslim Myanmar.

Dalam khutbah Jumatnya, Ayatullah Khatami menjelaskan bahwa pemerintah Myanmar membunuh Muslim Rohingya dengan menggunakan senjata yang digunakan rezim Zionis membunuh warga Palestina di Jalur Gaza.

Ditambahkannya, "Rezim Myanmar dengan sadis melakukan genosida, sementara penasehat tinggi pemerintah dan menlu negara itu, Aung San Suu Kyi, yang meraih penghargaan Nobel Perdamaian, bungkam di hadapan genosida tersebut."

Ayatullah Khatami mengkritik kebungkaman masyarakat internasional dan sejumlah negara Islam di hadapan pembantaian Muslim Rohingya dan menjelaskan, "Kejahatan terhadap Muslim Rohingya menunjukkan bahwa Islam telah terjun ke medan dan kaum imperialis sangat mengkhawatirkan fenomena ini."

Di bagian lain khutbahnya, Ayatullah Khatami mengkritik referendum wilayah Kurdistan Irak dan menilainya sebagai makar baru kaum imperialis dan Zionis seraya mengatakan, "Dukungan rezim Zionis terhadap referendum di wilayah otonomi Kurdistan Irak membuktikan bahwa Tel Aviv sedang mengupayakan disintegrasi Irak dengan makar baru pasca kegagalan makar kelompok teroris Takfiri Daesh di Irak dan Suriah."

Khatib shalat Jumat Tehran menyinggung sejumlah klaim tentang inspeksi pusat-pusat militer Iran berdasarkan Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) dan mengatakan, "Pusat-pusat militer adalah rahasia negara dan protokol tambahan maupun JCPOA tidak memberikan ijin soal inspeksi rahasia-rahasia Iran itu."

Ayatullah Khatami juga mengecam serangan teroris Takfiri Daesh pada Kamis (14/9/2017) di kota Nasiriyah, Irak, yang menewaskan para peziarah Iran dan lokal.(MZ)