Presiden Iran: Saya Tidak Yakin AS akan Keluar dari JCPOA
-
Hassan Rouhani, Presiden RII (kanan) wawancara dengan CNN
Presiden Republik Islam Iran mengatakan, kemungkinan keluarnya Amerika Serikat dari perjanjian nuklir JCPOA (Rencana Aksi Bersama Komprehensif) akan membawa harga yang mahal bagi negara ini.
Hassan Rouhani mengatakan hal itu dalam wawancara dengan jaringan televisi CNN di New York pada Senin (18/9/2017) ketika menyinggung reaksi Iran atas kemungkinan keluarnya AS dari JCPOA.
"Saya tidak yakin orang-orang AS akan bersedia membayar harga mahal semacam ini, dan itu juga untuk sesuatu, di mana pelaksanaannya tidak berguna bagi mereka," imbuhnya.
Ia menjelaskan, kemungkinan tindakan ini alih-alih menguntungkan AS, namun justru akan menyebabkan timbulnya ketidakpercayaan dalam hubungan dengan AS di dunia dan ketidakpercayaan itu akan menguat.
"Saat ini, AS sedang sibuk menghadapi masalah Korea Utara dan jika negara ini keluar dari JCPOA, lantas jaminan apa yang bisa diberikan kepada Korut agar bisa bertahan dengan harapan untuk mencapai kesepakatan dengan AS?," ujarnya.
Kesepaktan nuklir antara Iran dan Kelompok 5+1 (Rusia, Cina, Perancis, Inggris, AS ditambah Jerman) dilaksanakan pada Januari 2016, namun AS sebagai salah satu anggota kelompok tersebut selalu menciptakan hambatan dalam jalur pelaksanaan JCPOA. (RA)